Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kronis yang dapat memicu komplikasi serius seperti neuropati perifer dan ulkus kaki apabila kadar gula darah tidak terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh senam kaki terhadap perubahan kadar gula darah sewaktu (GDS) dan risiko neuropati perifer pada diabetesi di Puskesmas Karang Anyar Lampung Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental menggunakan pendekatan one-group pretest-posttest design terhadap 20 responden yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran GDS menggunakan glukometer dan penilaian sensitivitas kaki menggunakan tes monofilamen 10 g. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata kadar GDS dari 212,15 mg/dL menjadi 191,4 mg/dL serta peningkatan rata-rata nilai tes monofilamen dari 7,65 menjadi 9,75 setelah intervensi. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menghasilkan nilai p-value < 0,05, yang menunjukkan bahwa senam kaki berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar gula darah dan risiko neuropati perifer. Kesimpulan penelitian ini adalah senam kaki efektif sebagai terapi nonfarmakologis untuk membantu mengendalikan kadar glukosa darah dan meningkatkan sensitivitas saraf perifer pada pasien diabetes melitus. Implikasi keperawatan dari temuan ini adalah senam kaki dapat diintegrasikan ke dalam program edukasi kesehatan dan asuhan keperawatan promotif-preventif di puskesmas sebagai upaya pencegahan komplikasi neuropati perifer dan peningkatan kualitas hidup diabetesi.