p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cosmic Jurnal Teknik
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Putaran dan Beban Motor- Motor AC Terhadap Pembangkit Dengan Sumber DC Solar Cell Abd Kholid Rifai; Nurmahendra Harahap; Syafriwel Syafriwel; Jhoni Hidayat; Ayu Fitriani
Cosmic Jurnal Teknik Vol 3 No 2 (2026): Mei
Publisher : Ali Institute or Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/cosmic.v3i2.1617

Abstract

Perkembangan teknologi pembangkit energi terbarukan telah membawa perubahan signifikan dalam cara kita menghasilkan dan menggunakan energi. Motor AC merupakan salah satu komponen penting dalam banyak aplikasi industri dan rumah tangga. Untuk menganalisis bagaimana sistem pembangkit tenaga surya dapat mengatasi perubahan beban motor dan tetap menyediakan daya yang cukup untuk memastikan kinerja yang stabil. Menganalisis tentang stabilitas tegangan, efisiensi konversi energi, dan ketahanan sistem terhadap perubahan beban dan kecepatan motor. Selain itu, penelitian ini juga penting untuk memahami bagaimana pengaturan dan kontrol daya yang tepat dapat meningkatkan efisiensi keseluruhan sistem. Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi putaran motor AC, maka daya output sistem meningkat, demikian pula efisiensi sistem. Hal ini disebabkan karena pada RPM tinggi, motor cenderung bekerja dalam rentang operasional optimal sehingga beban inverter menjadi stabil. Namun, peningkatan RPM di atas 1500 dapat menimbulkan overheating pada sistem inverter dan meningkatkan rugi daya akibat switching loss. Peningkatan beban menyebabkan peningkatan arus dan daya yang ditarik dari sistem. Namun, seiring peningkatan beban dengan variasi beban yang berbeda ke arah maksimum (100%), efisiensi menurun secara perlahan. Hal ini karena sistem inverter harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan tegangan yang stabil, sedangkan output dari panel surya memiliki keterbatasan suplai daya yang tergantung pada kondisi intensitas cahaya matahari.
Analisis Pola Radiasi Model Antena Yagi-Uda Dengan Alat Ukur Kuat Medan Erja Yunanda; Syafriwel Syafriwel; Nurmahendra Harahap; Ayu Fitriani; Jhoni Hidayat
Cosmic Jurnal Teknik Vol 3 No 2 (2026): Mei
Publisher : Ali Institute or Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/cosmic.v3i2.1618

Abstract

Di zaman modern telekomunikasi dan nirkabel yang terus berkembang pesat, antena memiliki peran yang sangat penting dalam memancarkan dan menerima sinyal radio. Salah satunya adalah antena yagi. Antena Yagi dikenal karena desainnya yang sederhana, simpel dan efektif, serta kemampuannya untuk memberikan penguatan sinyal yang cukup bagus dan tinggi. Penelitian ini untuk menganalisis pola radiasi antena yagi dengan menggunakan alat ukur kuat medan, untuk mengetahui performa antena tersebut dalam berbagai kondisi dan aplikasinya di dunia nyata. Antena yagi atau Yagi Uda adalah jenis antena directional yang populer digunakan untuk berbagai aplikasi, mulai dari penerimaan sinyal televisi hingga komunikasi radio. Antena yagi ditemukan oleh Shintaro Uda dan Hidetsugu Yagi dari Universitas Tohoku, Jepang. Pengujian dilakukan pada antena yagi 3 elemen terdiri dari reflektor, driven dan direktor. Pengukuran dilakukan diruang terbuka radius sekitar 5 meter dan dengan sudut bervariasi, kompas digital untuk menentukan sudut yang berbeda yang berlainan arah. Field strength meter digunakan untuk mendapatkan kualitas sinyal terbaik. Yang memberikan pembacaan yang terbaik walaupun tidak terhubung ke pemancar tetapi dapat diukur pada jarak tertentu. Dari gambar pola radiasi antena yagi menggunakan alat ukur field strength meter dapat dianalisis dengan berbagai arah dan sudut didapat kekuatan sinyalnya sama kuatnya sehingga antena yagi cocok untuk pemancar yang butuh sinyal tetap segala arah. Performa antena yagi dalam berbagai kondisi cuaca hanya terjadi sedikit fluktuasi atau bisa diartikan tidak terlalu terpengaruh terhadap hal lain terutama saat pemancaran di luar atau outdoor sehingga cocok untuk pemancar radio yang membutuhkan sinyal tetap segala arah.
Analisis Sistem Proteksi Arester Pada Sistem Tenaga Listrik Agung Ari Wibowo; Syafriwel Syafriwel; Ayu Fitriani; Jhoni Hidayat; Nurmahendra Harahap
Cosmic Jurnal Teknik Vol 3 No 2 (2026): Mei
Publisher : Ali Institute or Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/cosmic.v3i2.1619

Abstract

Sistem tenaga listrik memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi listrik bagi masyarakat dan industri. Namun, gangguan dan gangguan listrik seperti hubung singkat, beban lebih, dan gangguan petir dapat menyebabkan kerusakan peralatan, pemadaman listrik, serta kerugian ekonomi yang besar. tujuan penelitian ini dibuat ialah. Menganalisis cara kerja dan karakteristik arrester tipe MOV. Mengevaluasi keefektifan sistem proteksi arrester dalam mencegah kerusakan akibat tegangan lebih.. Memberikan rekomendasi teknis terhadap peningkatan sistem proteksi arrester pada jaringan distribusi listrik. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat ukur digital transient recorder atau surge counter. Pengukuran dilakukan di jaringan distribusi 20 kVolt pada gardu induk saluran udara.dan parameter yang diukur adalah puncak tegangan lebih, lama kejadian, dan respon sistem proteksi arester aktif atau tidak aktif dalam merespon pengukuran. Cara kerja dan karakteristik arester tipe MOV dapat bekerja dengan baik dan sensitifitas yang sangat bagus. Keefektifan arester bekerja sesuai yang diharapakan karena dapat bekerja sesuai koordinasi sistem dan proteksi sangat handal karena dapat merespon waktu kurang dari 25 nanodetik. Rekomendasi agar arester dapat bekerja dengan baik adalah dilakukan pergantian berkala antara 5 sampai 10 tahun agar keandalan sistem arester bekerja sesuai yang diharapka. Selanjutkan ditambahkan arester dibagian yang rawan terhadap gangguan agar sistem kelistrikan dapat bekerja sesuai standar yang diharapkan.