Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia Publik dalam Memperkuat Karakter Aparatur Sipil Negara Berdasarkan Nilai Moral dan Etika: Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia Publik dalam Memperkuat Karakter Aparatur Sipil Negara Berdasarkan Nilai Moral dan Etika Rizki Plasnajaya; Eko Yulianto; Andy Rustandy
Jurnal Manajemen Riset Bisnis Indonesia Vol. 15 No. 01 (2026): April
Publisher : STIE Manajemen Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64694/jmrbi.v15i01.177

Abstract

Penguatan karakter Apartur Sipil Negara (ASN) menjadi salah satu aspek krusial dalam reformasi birokrasi untuk mewujudkan pemerintahan yang profesional, transparan, dan berintegritas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen sumber daya manusia (MSDM) publik dalam memperkuat karakter ASN berdasarkan nilai moral dan etika. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif melalui studi literatur dari artikel ilmiah, dokumen kebijakan, dan regulasi terkait MSDM publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penguatan karakter dapat dilakukan melalui rekrutmen berbasis integritas, pelatihan etika, pengembangan budaya organisasi yang berorientasi pelayanan, serta kepemimpinan etis yang menjadi teladan bagi aparatur. Temuan ini memberikan implikasi bagi perumusan kebijakan pengelolaan SDM publik yang tidak hanya menekankan kompetensi teknis, tetapi juga nilai moral dan etika, sehingga mendukung tata kelola pemerintahan yang baik dan berkelanjutan.
Analisis Dampak Kebijakan Pemblokiran Rekening Tidak Aktif oleh PPATK terhadap Tingkat Kepercayaan Nasabah Bank Central Asia (BCA) Rosalina -; Eko Yulianto
Jurnal Manajemen Riset Bisnis Indonesia Vol. 15 No. 01 (2026): April
Publisher : STIE Manajemen Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64694/jmrbi.v15i01.185

Abstract

Kebijakan pemblokiran rekening tidak aktif oleh PPATK, meskipun bertujuan mulia dalam mencegah kejahatan keuangan, telah menimbulkan keresahan di kalangan nasabah Bank Central Asia (BCA). Penelitian ini mencoba memahami bagaimana kebijakan tersebut memengaruhi tingkat kepercayaan nasabah terhadap layanan dan keamanan dana mereka. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan kajian pustaka. Hasilnya menunjukkan bahwa kurangnya sosialisasi menjadi pemicu utama penurunan kepercayaan, khususnya bagi nasabah yang merasa tidak mendapatkan kejelasan informasi. Namun, langkah-langkah proaktif dari BCA seperti peningkatan komunikasi dan layanan cepat tanggap mampu memulihkan sebagian kepercayaan tersebut. Penelitian ini menyoroti pentingnya kebijakan yang tidak hanya tegas, tetapi juga empatik dan berorientasi pada kebutuhan nasabah.