Rossi Suparman
Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Bhakti Husada Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil Tety Rostanty; Mamlukah Mamlukah; Rossi Suparman
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 5 No 2 (2025): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jmc.v5i02.1651

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan global yang memengaruhi 56 juta wanita, dan ibu hamil harus mengonsumsi setidaknya 90 tablet besi (Fe) selama kehamilan. Di Kabupaten Cirebon, prevalensi anemia pada 2022 adalah 7,17%, menurun menjadi 4,37% pada 2023, dengan 95,04% ibu hamil mendapatkan Tablet Tambah Darah (TTD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan konsumsi TTD pada ibu hamil di Puskesmas Talun Kabupaten Cirebon tahun 2024.Metode: Metode yang digunakan adalah analitik deskriptif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 100 ibu hamil diambil dengan simple random sampling, menggunakan wawancara dan kuesioner, dan dianalisis dengan distribusi frekuensi, uji chi-square, serta regresi logistik.Hasil: menunjukkan bahwa faktor umur, pendidikan, paritas, pendapatan keluarga, kuantitas ANC, dan dukungan keluarga berhubungan dengan kepatuhan, dengan dukungan keluarga sebagai faktor dominan (p-value = 0,003; OR = 7,618).Kesimpulan: Dukungan keluarga merupakan faktor paling dominan dalam kepatuhan konsumsi TTD ibu hamil.
Evaluasi pelaksanaan fungsi manajemen standar pelayanan minimal (SPM) pada bidang kesehatan Warti Warti; Rossi Suparman; Mamlukah Mamlukah
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 5 No 2 (2025): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jmc.v5i02.1695

Abstract

Latar Belakang: Kurangnya pemahaman sumber daya manusia terhadap indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) menjadi tantangan utama dalam pencapaian target SPM di daerah. Faktor-faktor seperti perencanaan yang belum optimal, beban kerja tinggi, dan kurangnya pelatihan turut berkontribusi terhadap rendahnya capaian. Di Kabupaten Majalengka, capaian SPM tercatat sebesar 94,26%. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kendala, tantangan, dan peluang dalam pelaksanaan fungsi manajemen SPM di bidang kesehatan.Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan metode evaluatif. Informan berjumlah 15 orang, terdiri dari informan utama dan triangulasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi.Hasil: Ditemukan kendala pada aspek input, yaitu kurangnya sumber daya manusia (man) dan keterbatasan anggaran (money). Pada aspek proses, perencanaan belum maksimal dan pelaksanaan masih menghadapi hambatan.Kesimpulan: Pelaksanaan SPM bidang kesehatan dipengaruhi oleh variabel man (manusia) dan perencanaan. Diperlukan monitoring dan evaluasi rutin oleh Dinas Kesehatan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan SPM.