Berliana Irianti
Program Studi Pendidikan Profesi Bidan, Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan kadar nitrit oksida dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil Sandy Setiawati; Rina Oktaviana; Berliana Irianti; Nur Israyati
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 6 No 1 (2025): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/bn998z87

Abstract

Latar Belakang: Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu di Indonesia maupun dunia. Salah satu mekanisme patogenesis yang berperan adalah disfungsi endotel akibat penurunan kadar Nitric Oxide (NO), yang menyebabkan vasokonstriksi, hipertensi, dan gangguan perfusi plasenta.Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan analitik observasional dengan metode case control, melibatkan total 66 responden yang terdiri atas 33 ibu hamil dengan preeklampsia dan 33 ibu hamil dengan tekanan darah normal (normotensi).Hasil: Berdasarkan hasil analisis, kadar rata-rata nitric oxide pada responden tercatat sebesar 28,15 ± 7,43 µg/dL.Kesimpulan: Temuan penelitian ini memperlihatkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara kadar nitric oxide dan kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Kadar nitric oxide memiliki keterkaitan dengan munculnya preeklampsia dan berpotensi dimanfaatkan sebagai biomarker prediktif dalam upaya deteksi dini terhadap ibu hamil yang berisiko mengalami kondisi tersebut.
Perbedaan nyeri persalinan pada ibu bersalin yang diberikan akupresur PC8  dan tidak diberikan akupresur PC8 Salsabilla Salsabilla; Berliana Irianti; Eka Maya Saputri; Risa Pitriani; Een Husanah
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 6 No 1 (2025): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/x9qpc613

Abstract

Latar Belakang: Nyeri persalinan merupakan keluhan utama yang sering dialami oleh ibu bersalin pada kala I. Salah satu upaya non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri adalah akupresur pada titik PC8. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat nyeri persalinan antara ibu bersalin yang diberikan akupresur PC8 dan yang tidak diberikan akupresur.Metode: Metode penelitian ini menggunakan pretest-posttest control group. Lokasi penelitian dilakukan di PMB Rosita dan Klinik Bidan Ernita Kota Pekanbaru pada bulan 25 April – 24 Mei 2025. Sampel terdiri 26 responden yang dibagi menjadi dua kelompok intervensi dan kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi intensitas nyeri menggunakan skala FLACC kemudian dianalisis dengan uji Mann-Whitney.Hasil: Hasil rata-rata skor nyeri pada kelompok intervensi menurun dari 6,62 menjadi 4,08, sementara pada kelompok kontrol meningkat dari 6,23 menjadi 6,92. Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 terdapat perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol.Kesimpulan: akupresur pada titik PC8 efektif menurunkan nyeri persalinan pada kala I. Intervensi diterapkan sebagai metode non-farmakologis dalam pelayanan kebidanan untuk memberikan kenyamanan bagi ibu bersalin.
Penerapan Pijat Laktasi dan Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI pada Ibu Menyusui Bayi Usia 0-6 Bulan Nelly Karlinah; Berliana Irianti; Sandy Setiawati; Nur Israyati; Sherly Vermita Warlenda
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/my0y5158

Abstract

ASI adalah nutrisi ideal bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai dengan kebutuhannya serta zat pelindung untuk melawan penyakit. Dua tahun pertama kehidupan anak sangat penting, karena nutrisi optimal pada masa ini dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian, mengurangi risiko penyakit kronis, serta mendorong perkembangan optimal. Pemberian ASI optimal pada usia 0–23 bulan berpotensi menyelamatkan lebih dari 820.000 anak balita setiap tahunnya. Posyandu merupakan wadah masyarakat untuk mendapatkan informasi kesehatan, khususnya ibu menyusui atau kegiatan yang dapat menjelaskan berbagai masalah kesehatan termasuk pencapaian ASI eksklusif. Produksi ASI dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pola makan, kontrasepsi, perawatan payudara, istirahat, frekuensi menyusui, berat lahir bayi, usia kehamilan saat melahirkan, kondisi psikologis, anatomi payudara, fisiologi tubuh, serta konsumsi rokok dan alkohol. Terapi nonfarmakologi seperti pijat oksitosin dan pijat laktasi juga dapat meningkatkan produksi ASI. Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan pada 11 September 2024. Permasalahan mitra meliputi: 1) produksi ASI rendah, 2) kurangnya pengetahuan tentang pijat oksitosin dan laktasi, dan 3) ketidaktahuan cara melakukannya. Solusi yang diberikan meliputi: 1) penyuluhan tentang ASI eksklusif, dan 2) pelatihan praktik pijat laktasi dan oksitosin. Diharapkan metode ini menjadi alternatif meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan.