p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medika: Medika
Sherly Vermita Warlenda
Program Studi Sarjana Kebidanan, Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Pijat Laktasi dan Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI pada Ibu Menyusui Bayi Usia 0-6 Bulan Nelly Karlinah; Berliana Irianti; Sandy Setiawati; Nur Israyati; Sherly Vermita Warlenda
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/my0y5158

Abstract

ASI adalah nutrisi ideal bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai dengan kebutuhannya serta zat pelindung untuk melawan penyakit. Dua tahun pertama kehidupan anak sangat penting, karena nutrisi optimal pada masa ini dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian, mengurangi risiko penyakit kronis, serta mendorong perkembangan optimal. Pemberian ASI optimal pada usia 0–23 bulan berpotensi menyelamatkan lebih dari 820.000 anak balita setiap tahunnya. Posyandu merupakan wadah masyarakat untuk mendapatkan informasi kesehatan, khususnya ibu menyusui atau kegiatan yang dapat menjelaskan berbagai masalah kesehatan termasuk pencapaian ASI eksklusif. Produksi ASI dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pola makan, kontrasepsi, perawatan payudara, istirahat, frekuensi menyusui, berat lahir bayi, usia kehamilan saat melahirkan, kondisi psikologis, anatomi payudara, fisiologi tubuh, serta konsumsi rokok dan alkohol. Terapi nonfarmakologi seperti pijat oksitosin dan pijat laktasi juga dapat meningkatkan produksi ASI. Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan pada 11 September 2024. Permasalahan mitra meliputi: 1) produksi ASI rendah, 2) kurangnya pengetahuan tentang pijat oksitosin dan laktasi, dan 3) ketidaktahuan cara melakukannya. Solusi yang diberikan meliputi: 1) penyuluhan tentang ASI eksklusif, dan 2) pelatihan praktik pijat laktasi dan oksitosin. Diharapkan metode ini menjadi alternatif meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan.
Akselerasi Penurunan Stunting Melalui Observasi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak (Oper Emak) di RA Al Ikhlas Bambu Kuning Kabupaten Rokan Hilir Sherly Vermita Warlenda; Hastuti Marlina; Yeyen Gumayesty
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/f9n2tx96

Abstract

Stunting disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya karena pendidikan dan pengetahuan keluarga mengenai praktik pemberian makan untuk bayi dan balita masih rendah. Oleh sebab itu diperlukan pendekatan komprehensif dari berbagai pihak dalam melakukan penanganan stunting salah satunya intervensi gizi sensitif melalui praktik baik dalam pengukuran status gizi anak balita salah satunya oleh guru PAUD. Tujuan memberikan informasi kepada Guru PAUD melalui pelatihan dan edukasi tentang observasi penilaian dan perkembangan anak sehingga guru PAUD tahu, mau dan mampu secara mandiri menilai perkembangan anak sesuai usia. Metode Pengabdian melakukan Pendampingan Guru dan edukasi kesehatan kepada wali murid. Hasil Pengabdian didapatkan bahwa ada kenaikan skor yang mencapai 93 (pengetahuan) dan 94 (keterampilan) pada Guru, serta peningkatan substansial pada Wali Murid. Hal ini menunjukkan program ini berhasil menciptakan agen perubahan yang kompeten untuk menyebarkan informasi dan praktik pola asuh yang benar. Kegiatan PKM ini penting dilakukan karena tidak hanya meningkatkan pemahaman teoritis (Pengetahuan) tetapi juga meningkatkan kemampuan praktis (Keterampilan) dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, upaya pencegahan stunting dan mengoptimalkan penggunaan media digital website Oper Emak. Saran Pada guru PAUD diharapkan melakukan pemantauan dini tumbuh kembang anak secara berkala, meningkatkan pemantauan terhadap menu makan anak dan melakukan koordinasi ke Puskesmas setempat bila terdapat anak yang dicurigai stunting.