Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Kewirausahaan Melalui Edukasi Manajemen Sumber Daya Manusia dan Operasional Sebagai Upaya Mendorong Tumbuhnya UMKM di Desa Lolofaoso Kecamatan Hiliserangkai Kabupaten Nias Fakta Solala Zebua; Sophia Molinda Kakisina; Pewarni Mendrofa; Gusti Mardalena Putri Lase; Yurisman Waruwu; Septerina Putri Zebua; Damai Berkat Mendrofa; Herniwati Zalukhu; Mentallisman Halawa; Wenita Dohona; Kriston Nofamati Harefa; Oktavianus Waruwu; Paulus Putera Exsodus Harefa; Dominikus Darman Zebua
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1316

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran kewirausahaan masyarakat Desa Lolofaoso Kecamatan Hiliserangkai melalui edukasi manajemen sumber daya manusia dan manajemen operasional sebagai upaya mendorong tumbuhnya UMKM lokal. Desa Lolofaoso Kecamatan Hiliserangkai memiliki potensi hasil pertanian dan tanaman herbal yang cukup besar, seperti jahe, kunyit, kapulaga, pisang, dan komoditas lain yang selama ini masih banyak dijual dalam bentuk mentah. Kondisi tersebut membuat nilai jual hasil desa belum optimal. Melalui kegiatan ini, masyarakat diberi pemahaman bahwa potensi lokal dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti minuman herbal, serbuk rempah, dan keripik pisang. Kegiatan dilakukan melalui pembukaan, pemaparan materi, diskusi, sesi tanya jawab, dan foto bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mulai memahami bahwa usaha kecil dapat berkembang jika dikelola dengan baik, terutama melalui pembagian tugas, pengaturan proses produksi, dan kerja sama kelompok. Kegiatan ini juga menumbuhkan minat masyarakat untuk melihat hasil bumi sebagai sumber peluang usaha, bukan hanya sebagai bahan jualan mentah. Dengan demikian, edukasi kewirausahaan berbasis potensi desa menjadi langkah awal yang penting untuk membangun UMKM yang mandiri, sederhana, dan berkelanjutan.
Pengaruh Tingkat Employee Engagement terhadap Kinerja Karyawan dalam Perspektif Manajemen SDM Kriston Nofamati Harefa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 2 No. 01 (2026): April
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v2i01.606

Abstract

Disrupsi dan persaingan bisnis yang ketat masa kini, fenomena penurunan produktivitas dan tingginya angka turnover karyawan menjadi tantangan utama dalam Manajemen SDM. Banyak organisasi menghadapi masalah "disengagement" di mana karyawan hanya bekerja sekadar memenuhi kewajiban formal tanpa adanya keterikatan emosional atau komitmen terhadap visi perusahaan. Hal ini berdampak langsung pada penurunan kualitas layanan, rendahnya inovasi, dan kegagalan pencapaian target organisasi secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana tingkat employee engagement (keterikatan karyawan) berperan sebagai prediktor utama terhadap kinerja individu. Melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif, strategi MSDM difokuskan pada penguatan tiga dimensi utama engagement: semangat (vigor), dedikasi (dedication), dan keasyikan bekerja (absorption). Intervensi yang diusulkan mencakup perbaikan sistem penghargaan, pengembangan budaya kerja inklusif, serta penyediaan jalur pengembangan karier yang transparan untuk meningkatkan rasa kepemilikan karyawan. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi positif dan signifikan antara tingkat employee engagement dengan kinerja karyawan. Karyawan yang memiliki tingkat keterikatan tinggi cenderung lebih proaktif, memiliki loyalitas yang kuat, dan mampu melampaui standar kinerja yang ditetapkan (beyond job description). Secara strategis, temuan ini menegaskan bahwa investasi pada kesejahteraan psikologis dan keterlibatan karyawan bukanlah beban biaya, melainkan aset strategis yang secara langsung meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas perusahaan dalam jangka panjang.