Davron Aslonqulovich Juraev
Azerbaijan University of Architecture and Construction

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE EFFECT OF INQUIRY-BASED LEARNING (IBL) ON STUDENTS’ ENGAGEMENT AND CRITICAL THINKING SKILLS IN AN EFL CLASSROOM: A QUASI-EXPERIMENTAL STUDY Sri Wahyuni; Nur Hidayat; Davron Aslonqulovich Juraev; Muhammad Arief Budiman
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.12032

Abstract

English as a Foreign Language (EFL) learning continues to face challenges in enhancing student engagement and developing critical thinking skills required in the 21st century. This study investigates the effect of Inquiry-Based Learning (IBL) on students’ engagement and critical thinking skills in an English as a Foreign Language (EFL) classroom. Employing a quasi-experimental design with a non-equivalent control group, the research involved 56 undergraduate students (in Universitas PGRI Semarang) divided into a control group (n = 28) and an experimental group (n = 28). The experimental group received instruction through the Inquiry-Based Learning approach for one semester, while the control group was taught using conventional teacher-centered methods. Data were collected using a Student Engagement Questionnaire measuring behavioral, emotional, and cognitive engagement, as well as a Critical Thinking Test to assess students’ higher-order thinking skills. Both groups completed pre-tests and post-tests to examine changes before and after the intervention. The data were analyzed using descriptive and inferential statistics to determine significant differences between groups. The findings indicate that students exposed to Inquiry-Based Learning demonstrated higher levels of engagement and significantly improved critical thinking skills compared to those in the control group. These results suggest that IBL is an effective pedagogical approach for fostering active learning and higher-order thinking in EFL contexts. ABSTRAK Pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan keterlibatan mahasiswa dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang diperlukan pada abad ke-21. Penelitian ini menyelidiki pengaruh Inquiry-Based Learning (IBL) terhadap keterlibatan siswa dan keterampilan berpikir kritis dalam kelas English as a Foreign Language (EFL). Dengan menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan kelompok kontrol non-ekuivalen, penelitian ini melibatkan 56 mahasiswa (di Universitas PGRI Semarang) yang dibagi menjadi kelompok kontrol (n = 28) dan kelompok eksperimen (n = 28). Kelompok eksperimen menerima pembelajaran melalui pendekatan Inquiry-Based Learning selama satu semester, sedangkan kelompok kontrol diajar menggunakan metode konvensional yang berpusat pada guru. Data dikumpulkan menggunakan Kuesioner Keterlibatan Siswa yang mengukur keterlibatan perilaku, emosional, dan kognitif, serta Tes Berpikir Kritis untuk menilai keterampilan berpikir tingkat tinggi mahasiswa. Kedua kelompok mengikuti pre-test dan post-test untuk mengamati perubahan sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial untuk menentukan perbedaan signifikan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengikuti pembelajaran berbasis Inquiry-Based Learning menunjukkan tingkat keterlibatan yang lebih tinggi dan peningkatan keterampilan berpikir kritis yang signifikan dibandingkan dengan mahasiswa pada kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa IBL merupakan pendekatan pedagogis yang efektif untuk mendorong pembelajaran aktif dan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam konteks EFL.
ENHANCING EFL ORAL ASSESSMENT: IMPLEMENTING GENERATIVE AI FOR POETRY RECITATION EVALUATION Muhammad Arief Budiman; Davron Aslonqulovich Juraev; Nazira Mohubbat Mammadzada; Nisa Prasetyoningtyas; Nita Wahdatul Mustaghfiroh; Prisca Oktaviana Putri; Puteri Ayu Marshanda
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10634

Abstract

The integration of Generative Artificial Intelligence (GAI) in language education offers innovative opportunities for assessment, particularly in evaluating oral and expressive skills. This study investigates the application of GAI-supported assessment in a university-level English as a Foreign Language (EFL) class, focusing on students’ poetry recitation videos. A total of 69 students participated by submitting video recordings of their recitations, which were evaluated using a rubric-based scoring system enhanced with AI analysis. Quantitative results indicated that AI-assisted assessments were consistent and closely aligned with instructor evaluations, demonstrating high reliability in scoring pronunciation, fluency, intonation, and expressiveness. Qualitative analysis of student perceptions revealed that AI feedback was perceived as informative, motivating, and useful for improving oral performance, though some students noted limitations in capturing interpretive nuances. The findings suggest that GAI can effectively support EFL oral assessment, providing timely and reliable feedback while complementing traditional instructor evaluation. Implications for pedagogical practice, curriculum design, and future research in AI-assisted language learning are discussed. ABSTRAK Integrasi Generative Artificial Intelligence (GAI) dalam pendidikan bahasa menawarkan peluang inovatif untuk penilaian, khususnya dalam mengevaluasi keterampilan lisan dan ekspresif. Penelitian ini menyelidiki penerapan penilaian berbantuan GAI dalam kelas Bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) tingkat universitas, dengan fokus pada video pembacaan puisi mahasiswa. Sebanyak 69 mahasiswa berpartisipasi dengan mengumpulkan rekaman video pembacaan mereka, yang kemudian dievaluasi menggunakan sistem penilaian berbasis rubrik yang ditingkatkan dengan analisis AI. Hasil kuantitatif menunjukkan bahwa penilaian berbantuan AI konsisten dan sangat selaras dengan penilaian dosen, menunjukkan reliabilitas tinggi dalam menilai pelafalan, kelancaran, intonasi, dan ekspresivitas. Analisis kualitatif terhadap persepsi mahasiswa mengungkapkan bahwa umpan balik dari AI dipandang informatif, memotivasi, dan bermanfaat untuk meningkatkan performa lisan, meskipun beberapa mahasiswa mencatat keterbatasan dalam menangkap nuansa interpretatif. Temuan ini menunjukkan bahwa GAI dapat secara efektif mendukung penilaian lisan EFL, dengan memberikan umpan balik yang cepat dan andal serta melengkapi evaluasi tradisional oleh dosen. Implikasi terhadap praktik pedagogis, desain kurikulum, dan penelitian masa depan dalam pembelajaran bahasa berbantuan AI turut dibahas.