Diabetes melitus tipe 2 merupkan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah yang ditandai dengan ganggaun sekresi insulin. Pada dasarnya penyakit metobilik dalam ini menjalani pengobatan Tentunya memiliki risiko terjadinya komplikasi ditandai dengan kenaikan kadar kreatinin atau tergangunya fungsi ginjal. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lama terapi obat diabetes melitus terhadap kadar kreatinin pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bombana Metode penelitian ini adalah bersifat survei analitik kuantitatif dengan Rancangan Cross Sectional, Populasi dari penelitian ini berjumlah 30 responden. Teknik pengambilan sampel purposive sampling, Analisis data yang digunakan dalam uji normalitas dari distribusi data menggunakan Shapiro-Wilk sig 0,195 >0,05 artinya terdistribusi normal. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bombana pada bulan November – Desember 2025, nilai kadar kreatinin dengan lama terapi <1 Tahun,1-5 Tahun dan >5 Tahun, abnormal sebanyak 15 penderitan sedangkan normal 15 penderita. Usia penderita yang menjalani terapi 45 - > 60 Tahun mayoritas jensi kelamin perempuan sebesar 86,3% sedangkan jenis kelamin laki – laki 13,3 %. Dari hal tersebut diperolah Hasil uji Chi Squere Test 0,301 >0,05 yang artinya tidak ada hubungan lama terapi obat diabetes melitus tipe dengan kadar kreatinin. Adapun kesimpulan kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubngan lama terapi diabetes melitus terhadap kadar kreatinin pada diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bombana. Saran dari penelitian ini perlu dilakukan penelitan lebih lanjut karena ketepatan minum obat dan gaya hidup akan mempengaruhi fungsi ginjal.