Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Risk Factors for Low Birth Weight Babies (LBW) in the Working Area of RSU Bahteramas Southeast Sulawesi La Ode Muhammad Ady Ardyawan; Alwahab Alwahab; Dwi Anggriani; Wa Ode Gustiani Purnamasari
International Journal of Science Technology and Health Vol 2 No 1 (2024): Science, Technology and Health
Publisher : LPPM ISTEK 'Aisyiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the risk factors for LBW events at Bahteramas General Hospital in Southeast Sulawesi in 2020. This type of research is an analytic descriptive study with a case-control design. This research was conducted at Bahteramas General Hospital in Southeast Sulawesi in 2020. This research was conducted to collect secondary data, namely patient medical records. The sample in this study were mothers who gave birth to LBW babies, and the control sample in this study were mothers who gave birth to babies who were not LBW, with a total sample of 136 samples consisting of 68 case samples and 68 control samples. Data were analyzed using the Odds Ratio test. The results of this study showed that maternal age was a risk factor for LBW with OR = 3,16 (1,57-6,90; 95%), maternal parity was a risk factor with OR = 2,07 (1,00-4,25; 95%), and petting is also a risk factor for LBW with OR = 5,03 (1,05-24,24; 95%). Maternal age, maternal parity, and obesity are risk factors for LBW events in the Working Area of RSU Bahteramas, Southeast Sulawesi, in 2020.
HUBUNGAN LAMA TERAPI OBAT DIABETES MELITUS TERHADAP KADAR KREATININ PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE2 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BOMBANA Wa Ode Gustiani Purnamasari; Asni Ramayana Tina; Rudiman
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v10i1.1735

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupkan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah yang ditandai dengan ganggaun sekresi insulin. Pada dasarnya penyakit metobilik dalam ini menjalani pengobatan Tentunya memiliki risiko terjadinya komplikasi ditandai dengan kenaikan kadar kreatinin atau tergangunya fungsi ginjal. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lama terapi obat diabetes melitus terhadap kadar kreatinin pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bombana Metode penelitian ini adalah bersifat survei analitik kuantitatif dengan Rancangan Cross Sectional, Populasi dari penelitian ini berjumlah 30 responden. Teknik pengambilan sampel purposive sampling, Analisis data yang digunakan dalam uji normalitas dari distribusi data menggunakan Shapiro-Wilk sig 0,195 >0,05 artinya terdistribusi normal. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bombana pada bulan November – Desember 2025, nilai kadar kreatinin dengan lama terapi <1 Tahun,1-5 Tahun dan >5 Tahun, abnormal sebanyak 15 penderitan sedangkan normal 15 penderita. Usia penderita yang menjalani terapi 45 - > 60 Tahun mayoritas jensi kelamin perempuan sebesar 86,3% sedangkan jenis kelamin laki – laki 13,3 %.  Dari hal tersebut diperolah Hasil uji Chi Squere Test 0,301 >0,05 yang artinya tidak ada hubungan lama terapi obat diabetes melitus tipe dengan kadar  kreatinin. Adapun kesimpulan kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubngan lama terapi diabetes melitus terhadap kadar kreatinin pada diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bombana. Saran dari penelitian ini perlu dilakukan penelitan lebih lanjut karena ketepatan minum obat dan gaya hidup akan mempengaruhi fungsi ginjal.