Dinda Nur Jannah
Universitas Alwashliyah Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Ekologi Sastra pada Novel Musim Kupu-kupu Kuning Karya Vanni Puccioni Dinda Nur Jannah; Diah Kusyani; Sukma Adelina Ray
Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 12 No 2 (2026): PEDAGOGI (In Press)
Publisher : FKIP Universitas Alwashliyah Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/pedagogi.v12i2.1434

Abstract

Keanekaragaman alam dan budaya Indonesia berdampak pada ‘Indonesia rawan bencana’. Terbukti dengan datangnya para penjajah Belanda ke Indonesia untuk mencari rempah-rempah. Namun kedatangan Belanda ke Nias Selatan untuk gadis-gadis yang cantik disana. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya karya sastra berbentuk novel yang mengkaji Nias Selatan. Nias selatan adalah salah satu kabupaten di Sumatera Utara yang rawan bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, gempa bumi dan tsunami. Banyaknya bencana Indonesia pada tahun 2024 dengan total 195 bencana per 31 Januari 2024 memperkuat keinginan penulis menganalisis novel Musim Kupu-kupu Kuning karya Vanni Puccioni. Kurangnya kesadaran manusia dalam melestarikan lingkungan dan pemahaman akan ekologi sastra merupakan masalah yang harus yang disosialisaikan. Karya sastra novel adalah bentuk sosialisasi media massa berbentuk tulisan sebagai bahan bacaan literasi yang dapat mempengaruhi kesadaran pembacanya. Terutama bagi siswa sebagai manfaat bahan ajar bermuatan ekologi sastra dikelas XII SMA. Penelitian ini merupakan kajian teoritis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Di dalamnya terdapat ekologi sastra berupa ekologi alam dan kebermanfaatan bahan ajar ekologi sastra di kelas XII SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Musim Kupu-kupu Kuning karya Vanni Puccioni mengandung ekologi alam. Ekologi alam meliputi enam unsur alam yaitu (1) pencemaran meliputi pencemaran air, pencemaran udara dan pencemaran tanah, (2) hutan belantara meliputi hutan lembah dan hutan sabana, (3) bencana meliputi tsunami lokal, (4) tempat tinggal meliputi Omo Hada dan Omo Sebua, (5) binatang meliputi kucing, ikan, kuda, monyet, anjing, babi, dan buaya (6) bumi meliputi Nias Selatan yang ingin dikuasai Belanda. Kebermanfaatan bahan ajar ekologi sastra sesuai dengan kompetensi dasar bahan ajar yaitu 3.4 menganalisis kebahasaan cerita atau novel sejarah dan 4.4 menulis cerita sejarah pribadi dengan memperhatikan kebahasaan.