ABSTRACT Indonesia's forests possess vast biodiversity wealth, including significant potential for both timber and non-timber forest products. One of the non-timber forest products (NTFP) being developed in Indonesia is honey. Indonesia has enormous honey potential due to its biodiversity, which produces various high-quality honey types. The success of honey bee farming is greatly influenced by the habitat conditions where the bees are kept. Danau Lamo Village is one of the local areas developing the farming of the honey bee Apis mellifera. The location of Danau Lamo Village directly borders the Industrial Forest Plantation (HTI) area of PT. Wirakarya Sakti (WKS). Honey bee farming in Danau Lamo Village is supported by the presence of the HTI with commodity plants Eucalyptus sp. and Acacia crassicarpa. This research aims to analyze habitat characteristics, including feed availability, vegetation diversity, and environmental conditions that affect bee productivity. Through a qualitative descriptive methodology, this study uses primary data obtained directly from observations and interviews. The results indicate that Acacia crassicarpa serves as a vital feed source for Apis mellifera, demonstrating a mutualistic symbiosis through pollination. Furthermore, successful cultivation requires a clean water source, stable climate conditions, and isolation from pollution and pesticides. These findings are expected to promote sustainable beekeeping practices, maintain ecological balance, and support local communities. Keywords: Apis mellifera, cultivation, habitat characteristics, honey bee ABSTRAK Hutan Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang melimpah, termasuk potensi besar untuk hasil hutan kayu maupun bukan kayu. Salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang sedang dikembangkan di Indonesia adalah madu. Indonesia memiliki potensi madu yang sangat besar karena keanekaragaman hayatinya yang mampu menghasilkan berbagai jenis madu berkualitas tinggi. Keberhasilan budidaya lebah madu sangat dipengaruhi oleh kondisi habitat tempat lebah tersebut dipelihara. Desa Danau Lamo merupakan salah satu daerah yang sedang mengembangkan budidaya lebah madu Apis mellifera. Lokasi Desa Danau Lamo berbatasan langsung dengan kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Wirakarya Sakti (WKS). Budidaya lebah madu di Desa Danau Lamo didukung oleh keberadaan HTI dengan tanaman komoditas Eucalyptus sp. dan Acacia crassicarpa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik habitat yang memengaruhi produktivitas lebah, meliputi ketersediaan pakan, keanekaragaman vegetasi, dan kondisi lingkungan. Melalui metodologi deskriptif kualitatif, penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh langsung dari observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Acacia crassicarpa berfungsi sebagai sumber pakan utama bagi Apis mellifera, yang menunjukkan simbiosis mutualisme melalui penyerbukan. Selain itu, budidaya yang sukses memerlukan sumber air bersih, kondisi iklim yang stabil, serta isolasi dari polusi dan pestisida. Temuan ini diharapkan dapat mendorong praktik peternakan lebah yang berkelanjutan, menjaga keseimbangan ekologis, dan mendukung masyarakat setempat. Kata kunci: Apis mellifera, budidaya, karakteristik habitat, lebah madu