Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rekonseptualisasi Kebijakan Pendidikan Islam: Antara Teori dan Implementasi Muhammad Syukur
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.606

Abstract

Pendidikan Islam di era kontemporer menghadapi tantangan kompleks berupa transformasi digital, perubahan sosial, tuntutan kompetensi abad ke-21, serta kesenjangan antara formulasi kebijakan dan implementasi di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan rekonseptualisasi kebijakan pendidikan Islam dengan menelaah hubungan antara landasan teoretis dan praktik implementasinya dalam konteks pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui dokumentasi sistematis terhadap buku, artikel jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, laporan penelitian, dan publikasi resmi yang relevan, terutama dalam rentang tahun 2020–2024. Teknik analisis data menggunakan analisis konten melalui tahapan reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan verifikasi dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonseptualisasi kebijakan pendidikan Islam perlu diarahkan pada penguatan integrasi nilai-nilai keislaman dengan kompetensi modern, pengembangan kurikulum holistik, digitalisasi pembelajaran, peningkatan profesionalisme pendidik, penguatan sistem penjaminan mutu, serta pelibatan pemangku kepentingan secara partisipatif. Temuan juga menunjukkan bahwa kesenjangan implementasi masih dipengaruhi oleh keterbatasan infrastruktur, rendahnya kompetensi digital pendidik, lemahnya monitoring dan evaluasi, serta belum optimalnya adaptasi kebijakan terhadap kebutuhan lokal. Oleh karena itu, kebijakan pendidikan Islam perlu dikembangkan secara adaptif, kontekstual, dan berkelanjutan tanpa melepaskan nilai-nilai fundamental Islam.
INOVASI DIGITAL DALAM MANAJEMEN MUTU TERPADU UNTUK MENINGKATKAN KOLABORASI DAN PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Muhammad Syukur; Dini Susanti; Hasniah; Suratman
AL IBTIDAIYAH: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/sxq7xn91

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan Islam menuntut inovasi manajemen mutu yang mampu meningkatkan kolaborasi dan profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam secara simultan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi inovasi manajemen mutu terpadu berbasis digital dalam meningkatkan kolaborasi dan profesionalisme guru PAI melalui integrasi sistematis teknologi informasi dengan prinsip-prinsip manajemen mutu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain library research yang menganalisis publikasi ilmiah berbahasa Indonesia periode 2020-2025 dari Google Scholar melalui teknik content analysis tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi sistem informasi pendidikan terintegrasi berkontribusi signifikan terhadap efisiensi administrasi, transparansi data, dan pengambilan keputusan berbasis bukti yang memfasilitasi pemetaan kinerja guru secara real-time. Kolaborasi guru PAI melalui platform digital terbukti efektif dalam mengembangkan metode pengajaran inovatif dan menciptakan lingkungan belajar responsif, dimana program Kelompok Kerja Guru berperan sentral dalam meningkatkan kompetensi literasi digital. Profesionalisme guru mengalami peningkatan melalui aksesibilitas program pengembangan kompetensi berkelanjutan yang mencakup analisis kebutuhan, pendekatan kolaboratif, dan integrasi teknologi efektif. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh kualitas infrastruktur teknologi, komitmen kepemimpinan, kesiapan SDM, dan dukungan regulasi, sementara tantangan seperti perbedaan pandangan stakeholder dan kesenjangan kurikulum memerlukan strategi komprehensif berupa regulasi kuat, pelatihan berkelanjutan, dan investasi jangka panjang.