Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fenomena Kultus Individu dalam Tinjauan Hadis Nabi: Studi Analisis Kritis dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Karakter di Era Modern Imam Mhd Khairunnizam ZS; Imammuddin Zengi; Zulheddi Zulheddi; Sahmana Abdullah Siregar
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.920

Abstract

Fenomena kultus individu, yaitu sikap memuja, mengkultuskan, atau menaati seorang tokoh secara berlebihan tanpa sikap kritis, semakin marak terjadi di era digital, baik dalam ranah keagamaan, sosial, maupun politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena kultus individu dalam tinjauan hadis-hadis Nabi Muhammad ﷺ serta merumuskan implikasinya terhadap pendidikan karakter di era modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis kepustakaan (library research) dengan pendekatan tematik (maudhu'i) terhadap hadis, yang dianalisis melalui takhrij, kajian sanad-matan secara ringkas, asbabul wurud, makna, dan tujuan hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam melalui Al-Qur'an dan hadis secara tegas melarang sikap ghuluw (berlebih-lebihan) dalam mengagungkan seseorang, sebagaimana tercermin dalam larangan Nabi ﷺ terhadap sikap menyanjung berlebihan dan larangan taat kepada makhluk dalam hal maksiat kepada Allah. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi tinggi dalam membangun pendidikan karakter yang kritis, moderat (wasathiyyah), dan tidak mudah terjebak dalam fanatisme buta terhadap tokoh, baik tokoh agama, publik figur, maupun idola di media sosial. Penelitian ini merekomendasikan internalisasi nilai-nilai hadis tentang larangan ghuluw ke dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam sebagai upaya preventif terhadap fenomena kultus individu di kalangan generasi muda.