Perubahan iklim telah menjadi salah satu tantangan paling mendesak yang dihadapi umat manusia saat ini, karena telah menciptakan rangkaian efek bola salju yang kompleks pada ekosistem global. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mengancam keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat apabila tidak dilakukan upaya pencegahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi penting untuk dilaksanakan sebagai langkah membangun kesadaran siswa sejak usia dini dalam melahirkan generasi yang peduli lingkungan dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan melalui kegiatan edukasi partisipatif. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SMP Negeri 7 Bau-bau tanggal 29 April 2026 dan diikuti oleh 24 siswa dari kelas VII C. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi partisipatif terbukti menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual sekaligus kesadaran praktis siswa terkait perubahan iklim. Hal ini didasarkdan pada perbedaan perolehan nilai rerata pre test dan post test. Rerata nilai perolehan siswa sebelum kegiatan edukasi melalui pemberian pre test sebesar 40 dan setelah kegiatan edukasi perolehan rerata nilai post test menjadi sebesar 77. Perbedaan nilai tersebut yang menunjukkan adanya peningkatan nilai rerata sebesar 37 poin atau sebesar (37%). Hasil ini menunjukkan bahwa siswa telah memiliki pemahaman dan kesadaran praktis yang baik tentang perubahan iklim. Siswa telah mampu mendefinisikan perubahan iklim, penyebab perubahan iklim, dampak serta upaya untuk mengatasi bahaya yang timbul akibat perubahan iklim. Selain itu, siswa telah mampu memberikan contoh tindakan nyata sederhana yang dapat dilakukan di lingkungan untuk mengatasi perubahan iklim.