Rozak Akram Novandra
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Adaptasi Tata Ruang dan Sirkulasi dalam Desain Pesantren Modern di Lahan Terbatas Rozak Akram Novandra; Yayi Arsandrie
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan menjadi tantangan dalam pengembangan pesantren modern yang membutuhkan ruang pendidikan, hunian, dan aktivitas keagamaan secara terpadu. Sekolah Tahfidz Mutiara Bangsa di Cikarang, Kabupaten Bekasi, direncanakan pada lahan terbatas sehingga pengembangan tata ruang secara horizontal tidak mampu mengakomodasi kebutuhan ruang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji adaptasi tata ruang pesantren modern pada lahan terbatas melalui pendekatan desain, dengan meninjau karakter tata ruang pesantren, tipologi pesantren, serta standar perancangan bangunan pendidikan dan asrama. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif-deskriptif melalui studi literatur, studi standar perancangan, dan analisis desain eksisting Sekolah Tahfidz Mutiara Bangsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata ruang pesantren merupakan sistem spasial terpadu dengan masjid sebagai pusat orientasi utama yang membentuk pola sirkulasi dan aktivitas santri, baik pada pesantren tradisional maupun modern. Pendekatan vertikal direkomendasikan sebagai strategi pengembangan pesantren modern di lahan terbatas dengan menciptakan ruang-ruang yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan. Pesantren vertikal menuntut pengaturan zonasi yang jelas dan hierarkis sebagai respons terhadap keterbatasan lahan. Masjid, sebagai pusat kegiatan pesantren, ditempatkan pada lantai bawah pada zona semi-publik untuk kemudahan akses internal dan eksternal. Masjid tidak hanya digunakan untuk beribadah, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan santri maupun kegiatan kemasyarakatan. Sementara itu, zona pendidikan ditempatkan pada lantai menengah, dan zona hunian santri pada lantai atas untuk menjaga privasi dan keteraturan aktivitas santri.