Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola distribusi kemampuan hafalan dan kualitas bacaan santri, mengidentifikasi faktor-faktor penghambat penyelarasan antara target tahfidz dan standarisasi tahsin, serta merumuskan peluang strategis mitigasi diskrepansi kompetensi di Rumah Tahfidz Al-Hidayah, Desa Marga Puspita, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus tunggal. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Analisis data mengikuti model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Triangulasi sumber dan teknik digunakan untuk menjamin keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya diskrepansi antara capaian hafalan dan kualitas bacaan santri, di mana sebagian santri yang mencapai target hafalan tinggi belum diimbangi penguasaan tajwid dan makhraj huruf yang optimal. Empat faktor utama penghambat yang teridentifikasi adalah: (1) kuatnya standar formalistik dan tekanan sosial-eksternal dari wali santri yang mengutamakan kuantitas juz hafalan; (2) keterbatasan sumber daya instruksional dan dinamika rasio pengajar; (3) fragmentasi kurikulum berupa pemisahan agenda tahfidz dan tahsin; serta (4) minimnya instrumen evaluasi mutu yang terstruktur. Sebagai respons, penelitian ini merumuskan empat peluang strategis, yakni restrukturisasi alokasi waktu, pengembangan instrumen evaluasi integratif, penguatan kapasitas pengampu, dan edukasi wali santri. Temuan ini mengonfirmasi urgensi pendekatan terintegrasi dalam manajemen mutu pendidikan Islam nonformal.