Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PAI MENGAJAR; SEBUAH UPAYA MEMBERANTAS BUTA AKSARA AL QUR AN PADA MASYARAKAT LEBONG PROVINSI BENGKULU Muhammad Idris; Mei Zuliyanti; Angga Adhitiya
Jurnal Pema Tarbiyah Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/pema.v1i2.2248

Abstract

Membaca al Quran merupakan sebuah kewajiban bagi setiap Muslim, untuk itu sudah menjadi sebuah tradisi dari dahulu hingga saat ini. Namun, jika dilihat secara nyata di lapangan masih banyak masalah yang terjadi di lapangan terkait dengan ketidakmampuan dalam membaca al Quran. Ketidakmapuan dalam membaca al Quran merupakan bagian dari penyakit masyarakat yang harus disikapi secara serius dan menjadi tugas dan tanggungjawab bersama. PAI Mengajar merupakan salah satu program kegiatan Prodi Pendidikan Agama Islam yang bergerak dalam bidang pengabdian sebagai perwujudan dari Tri Darma Perguruan Tinggi. PAI Mengajar ini difokuskan pada kegiatan pembelajaran al Quran dalam rangka memberantas buta aksara al Quran pada masyarakat Kelurahan Tanjung Agung Kecamatan Tubei Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu. Pengabdian ini menggunakan pendekatan proses pembelajaran al Quran dengan menerapkan metode Utsmani dan metode Tilawati. Kegiatan ini dilakukan pada dua tempat dan dua kalangan yaitu rumah warga bagi kalangan anak-anak dan Masjid Jihat bagi kalangan Ibu-ibu rumah tangga. Pengabdian dilakukan selama 1 bulan, terhitung mulai dari tanggal 1 Agustus sampai 1 September 2022. Berdasarkan hasil pengabdian, dari segi kemampuan,  sudah adanya peningkatan kemampuan peserta dalam membaca al Quran serta berdirinya dua TPA (Taman Pendidikan al Quran) yang ditempatkan pada rumah warga sedangkan pada kalangan ibu-ibu rumah tangga kualitas bacaan al Qurannya sudah banyak mengalami peningkatan walaupun dalam waktu yang sangat terbatas.Kata kunci; PAI Mengajar, Buta Aksara al Quran dan Masyarakat
Implementasi Kurikulum Humanistik dan Rekonstruksi Sosial dalam Membangun Kompetensi Abad 21 Peserta Didik di SMAN 3 rejang Lebong Sasi Hanila; M. Azimmullah Ilyas; Epa Kristina; Muhammad Idris; Deri Wanto
Jurnal Literasiologi Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v15i1.1132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kurikulum humanistik dan rekonstruksi sosial dalam membangun kompetensi abad 21 peserta didik di SMAN 3 Rejang Lebong. Penelitian dilatarbelakangi oleh tuntutan pendidikan abad 21 yang menekankan pengembangan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas peserta didik, sementara proses pembelajaran di sekolah masih cenderung berpusat pada guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum humanistik dilakukan melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, sedangkan pendekatan rekonstruksi sosial diterapkan melalui diskusi, kerja kelompok, dan pembelajaran kontekstual berbasis masalah sosial. Implementasi kedua pendekatan tersebut memberikan dampak positif terhadap pengembangan kompetensi abad 21 peserta didik, terutama dalam kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan fasilitas, kesiapan guru, dan rendahnya kemandirian belajar sebagian peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum humanistik dan rekonstruksi sosial dapat menjadi pendekatan yang relevan dalam mendukung pengembangan kompetensi abad 21 di sekolah menengah.
Exploring PAI Students' Critical Thinking Competencies for Seizing Society 5.0 Era Opportunities Using Mixed-Methods Study Muhammad Idris; Nelfa Sari; Tria Dian Ramadhayanti; Yesi Ramadhanti
Ta'dib Vol 29 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jt.v29i1.16489

Abstract

Critical thinking is a key competency for navigating the Society 5.0 era. In reality, the critical thinking abilities of Islamic Education students still vary across various aspects. This study aims to explore the level of critical thinking, identify development efforts, and analyze the obstacles encountered. The study employed a mixed-methods approach with a sequential explanatory design. Quantitative data were collected through a questionnaire administered to 105 sixth-semester students and analyzed using descriptive statistics. Qualitative data were gathered through in-depth interviews and documentation, then analyzed through the stages of data collection, data reduction, data display, and conclusion and verification. The results indicate that students’ critical thinking skills fall into the high category at 82.24%. All aspects of critical thinking achieved high levels. Development efforts include the application of critical thinking in learning, the use of student-centered models and strategies, the utilization of learning technology, and HOTS-based assessment. The challenges identified included differences in students’ initial abilities, time constraints, a learning approach that remains rote-memorization-oriented, low self-confidence, limited facilities and infrastructure, and a lack of training for instructors. The study concluded that PAI students’ critical thinking skills are generally good but still vary and require further development. Unlike previous studies that measured these skills through experimental treatments, this study did not examine the factors causing such variations. These findings should be taken into consideration by faculty members and the department to improve the quality of instruction so that students’ critical thinking skills can develop more optimally.
DISKREPANSI KOMPETENSI TAHFIDZ DAN TAHSIN: ANALISIS FAKTOR PENGHAMBAT DAN PELUANG STRATEGIS MITIGASI PADA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM NONFORMAL (Studi Kasus: Rumah Tahfidz Al-Hidayah, Musi Rawas, Sumatera Selatan) Maya Levianasari; Nabila Iswandari; Muhammad Idris
Jurnal Pema Tarbiyah Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/pema.v5i1.5479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola distribusi kemampuan hafalan dan kualitas bacaan santri, mengidentifikasi faktor-faktor penghambat penyelarasan antara target tahfidz dan standarisasi tahsin, serta merumuskan peluang strategis mitigasi diskrepansi kompetensi di Rumah Tahfidz Al-Hidayah, Desa Marga Puspita, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus tunggal. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Analisis data mengikuti model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Triangulasi sumber dan teknik digunakan untuk menjamin keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya diskrepansi antara capaian hafalan dan kualitas bacaan santri, di mana sebagian santri yang mencapai target hafalan tinggi belum diimbangi penguasaan tajwid dan makhraj huruf yang optimal. Empat faktor utama penghambat yang teridentifikasi adalah: (1) kuatnya standar formalistik dan tekanan sosial-eksternal dari wali santri yang mengutamakan kuantitas juz hafalan; (2) keterbatasan sumber daya instruksional dan dinamika rasio pengajar; (3) fragmentasi kurikulum berupa pemisahan agenda tahfidz dan tahsin; serta (4) minimnya instrumen evaluasi mutu yang terstruktur. Sebagai respons, penelitian ini merumuskan empat peluang strategis, yakni restrukturisasi alokasi waktu, pengembangan instrumen evaluasi integratif, penguatan kapasitas pengampu, dan edukasi wali santri. Temuan ini mengonfirmasi urgensi pendekatan terintegrasi dalam manajemen mutu pendidikan Islam nonformal.
Implementasi Konsep Penididkan Islam Luar Sekolah: Studi Pada Taman Pendidikan Al-Quran Masjid Nurul Hikmah Ferdian Permata Abadi; Fina Ustapiani; Muhammad Idris
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41080

Abstract

Pendidikan islam merupakan pendidikan yang berperan dalam menanamkan pemahaman agama serta pembentukan karakter masyarakat. Pendidikan islam tidak hanya dapat dilaksanakan melalui pendidikan formal saja, melainkan juga dapat dilaksanakan di tengah masyarakat melalui pendidikan nonformal, salah satunya yaitu TPQ Masjid Nurul Hikmah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan islam luar sekolah, potensi, serta problematika yang terjadidi TPQ tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi pendidikan islam luar sekolah TPQ Nurul Hikmah berjalan baik, baik dari segi metode pembelajaran serta faktor pendukung lainnya. Sedangkan kendala yang dialami meliputi keterbatasan tenaga pendidik serta perilaku dan kemampuan anak yang berbeda-beda. Temuan ini diperlukan dalam menganalisis sejauh mana implementasi pendidikan luar sekolah di masyarakat sekaligus untuk memotivasi dalam mendukung pendidikan keagamaan masyarakat serta pembentukan karakter anak.