This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pema Tarbiyah
Moh. Saedi
IAI AL-Khairat Pamekasan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBINAAN REMAJA DALAM MENGATASI PERKAWINAN ANAK DI KECAMATAN SARONGGI SUMENEP MADURA Mufiqur Rahman; Shahibul Muttaqien Al Manduriy; Zainullah Zainullah; Nadifatus Zahroh; Moh. Saedi
Jurnal Pema Tarbiyah Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/pema.v5i1.4986

Abstract

Perkawinan anak di Madura, khususnya di Kecamatan Saronggi, merupakan fenomena kompleks yang tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan rendahnya pengetahuan remaja, tetapi juga oleh pemahaman keagamaan yang eksoteris, patriarkal, serta konstruksi sosial gender yang menempatkan perempuan pada posisi subordinat. Berbagai studi menunjukkan bahwa penyuluhan informatif dapat meningkatkan pengetahuan, namun belum mampu mengubah paradigma religius dan budaya yang menopang praktik perkawinan anak. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran remaja dan masyarakat mengenai bahaya perkawinan anak melalui pendekatan esoterisme kesetaraan gender, yang menekankan bahwa maskulinitas dan femininitas merupakan konstruksi kultural yang dapat direinterpretasi secara lebih humanis dan adil gender. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan masyarakat dalam seluruh proses. Pengabdian dilakukan di Kecamatan Saronggi dengan sasaran remaja usia 12–18 tahun, orang tua, tokoh agama, dan perangkat desa. Tahapan kegiatan meliputi persiapan melalui survei dan penyusunan modul; pelaksanaan berupa pembinaan agama dan gender secara esoteris, workshop kesehatan reproduksi, diskusi keagamaan untuk orang tua, serta kampanye sosial melalui poster edukatif; dan evaluasi menggunakan pre–post test serta wawancara mendalam untuk melihat perubahan pengetahuan dan persepsi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman remaja mengenai risiko perkawinan anak, pentingnya pendidikan, serta nilai kesetaraan gender. Pengabdian ini menegaskan bahwa pencegahan perkawinan anak harus dilakukan melalui kolaborasi masyarakat dan reinterpretasi nilai agama secara lebih humanis, sehingga transformasi budaya dan religius dapat terwujud secara berkelanjutan.