Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Metode Purifikasi Terhadap Kapasitas Antioksidan Ekstrak Daun Moringa Oleifera Salsabila Adlina; Sonya Nurizki Vikandari; Anisa Dhea Oktavia; Desara Eka Putri
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v12i1.882

Abstract

Purifikasi memiliki tujuan untuk meningkatkan kandungan senyawa aktif, sehingga ekstrak yang akan diformulasikan menjadi suatu sediaan akan memberikan khasiat yang lebih tinggi serta warna yang lebih menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh metode purifikasi menggunakan etil asetat terhadap kapasitas antioksidan ekstrak daun Moringa oleifera (kelor). Ekstrak daun kelor dihasilkan melalui proses maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian dilakukan skrining fitokimia untuk mengidentifikasi senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, alkaloid, dan tanin, steroid dan triterpenoid. Ekstrak kemudian dipurifikasi menggunakan etil asetat. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH, menunjukkan bahwa ekstrak yang terpurifikasi memiliki nilai IC50 sebesar 32,093 ppm (sangat kuat) dibandingkan ekstrak etanol dengan IC50 sebesar 363,75 ppm yang menandakan adanya peningkatan kapasitas antioksidan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa purifikasi menggunakan etil asetat dapat meningkatkan potensi antioksidan ekstrak daun kelor, menjadikannya kandidat potensial sebagai sumber antioksidan alami.
Kajian Model Kinetika Adsorpsi Metilen Biru Menggunakan Karbon Berbasis Ampas Kelapa (Cocos nucifera L.) Etriyanto Arman; Muhamad Alvin Reagen; Sonya Nurizki Vikandari
Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah Eksakta Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Hasi Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah Eksakta - JPPIE
Publisher : LPPM Universitas Dharma Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jppie.v2i1.678

Abstract

Water pollution caused by synthetic dyes, particularly methylene blue, has become a significant environmental concern due to its persistence and potential toxicity to aquatic ecosystems. The utilization of coconut pulp (Cocos nucifera L.) waste as a precursor for adsorbent production represents a promising alternative because of its abundant availability, low cost, and high carbon content, which enable the production of an effective and environmentally friendly adsorbent. This study aimed to investigate the effect of contact time and the adsorption kinetics of methylene blue using carbon derived from coconut pulp waste. Batch adsorption experiments were conducted using 0.2 g of adsorbent in 20 mL of a 50ppm methylene blue solution. The adsorption kinetics were evaluated using the pseudo-first-order and pseudo-second-order kinetic models. FTIR characterization confirmed the presence of characteristic functional groups in the coconut pulp-derived carbon. The adsorption process exhibited increasing adsorption capacity and removal efficiency with increasing contact time until equilibrium was reached, with maximum values of 3.63 mg g⁻¹ and 72.78%, respectively. Kinetic analysis revealed that the adsorption process was better described by the pseudo-second-order model than by the pseudo-first-order model, as indicated by a higher coefficient of determination (R² = 0.9858) and an adsorption rate constant (k₂) of 1.04 × 10⁻¹ g mg⁻¹ min⁻¹. These findings demonstrate that carbon derived from coconut pulp waste has considerable potential as an effective, economical, and sustainable alternative adsorbent for the treatment of dye-containing wastewater.