Daun ubi jalar ungu dan daun ungu memiliki aktivitas antioksidan serta sunscreen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisik krim sunscreen berbasis minyak dalam air (M/A) yang diformulasikan dengan kombinasi ekstrak daun ubi jalar ungu dan ekstrak daun ungu dalam berbagai konsentrasi. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diformulasikan dalam sediaan krim konsentrasi F0 (0%), F1 (3%:3%), F2 (4%:2%), dan F3 (2%:4%). Evaluasi meliputi uji organoleptik, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, stabilitas, aktivitas antioksidan (metode DPPH), serta penentuan nilai Sun Protection Factor (SPF). Hasil menunjukkan ekstrak daun ubi jalar ungu dan ekstrak daun ungu positif mengandung fenolik, alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan terpenoid. Daun ubi jalar ungu negatif steroid. Seluruh formula memiliki karakteristik fisik yang baik, dengan krim berwarna hijau tua hingga hijau muda, pH 6,47 – 8,40, daya sebar 5,1 – 6,8 cm, daya lekat 11,78 – 47,35 detik, viskositas sebelum stabilitas (5462 – 8838 cPs) dan setelah stabilitas (1427 – 6047 cPs). Nilai IC50 sebelum stabilitas F1 (67.60 ppm), F2 (57.82 ppm), F3 (49.96 ppm). Nilai IC50 setelah stabilitas F1 (173.89 ppm), F2 (160.30 ppm), F3 (148.70 ppm). Nilai SPF sebelum stabilitas F1 (3,39), F2 (1,07), F3 (1,00). Nilai SPF setelah stabilitas F1 (1,85), F2 (2,07), F3 (2,49). Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan pada pH dan aktivitas antioksidan setelah uji stabilitas (p<0,05). Kesimpulannya, krim kombinasi ekstrak daun ubi jalar ungu dengan ekstrak daun ungu ini berpotensi sebagai sunscreen alami dengan aktivitas antioksidan sedang dan proteksi minimal, namun masih memerlukan optimasi formula untuk meningkatkan efektivitas dan stabilitas.