Panji Tirta Manungku Puja Santosa
Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Geospasial Pelayanan Pendekar Obat Berdasarkan Karakteristik Pasien Geriatri Di RSUD Dr. Gondo Suwarno Kabupaten Semarang Panji Tirta Manungku Puja Santosa; Avianti Eka Dewi Aditya Purwaningsih; Amalia Nurul Ulum
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v12i1.1157

Abstract

Akses fisik menjadi hambatan utama untuk kesuksesan terapi pada pasien geriatri yang memiliki penyakit penyerta. Program pengantaran obat adalah bagian home pharmacy care di salah satu RSUD Kabupaten Semarang yang mendistribusikan obat hingga ke rumah pasien dan menjadi solusi atas hambatan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kesesuaian kriteria penerima program "Pendekar Obat" berdasarkan kriteria klinis dan administratif, juga menganalisis pola persebaran spasial pengguna aktual layanan. Data penelitian pengantaran obat didapatkan secara observasional menggunakan desain cross-sectional retrospektif pada periode Mei–Oktober 2025. Sampel pada penelitian ini sebanyak 383 pasien yang dipilih dengan cara systematic random sampling dari total populasi 9.000 pengguna layanan. Data penelitian diolah dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif serta divisualisasikan secara spasial menggunakan Google My Maps. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia pengguna layanan adalah 62,35 tahun, yang merupakan rentang sesuai dengan kriteria populasi lansia. Berdasarkan analisis kepatuhan terhadap standar operasional, nilai tertinggi dicapai oleh semua indikator yaitu: kriteria jenis obat (98,17%), kriteria pasien (geriatri dengan komorbid, 66,60%), dan jarak domisili <3 km (79,40%). Pola persebaran heterogen pada analisis geospasial terpusat pada Kelurahan Lerep (2,41 km) dan Gedanganak (1,83 km). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa program ini sudah efektif menjangkau target populasi pada wilayah topografi sulit, tetapi program ini dijadikan pemanfaatan kenyamanan penunjang oleh pengguna program yang berdomisili di dekat rumah sakit.