Sri Ulfiyanti S
Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Formulasi, Evaluasi, dan Aktivitas Hair Tonic Ekstrak Biji Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Terhadap Pertumbuhan Rambut Arfiani Arifin; Sri Ulfiyanti S; Angelika Mutiara Sari; Asyifania Putri Salsabilah; Ummul Fadhilah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v12i1.1251

Abstract

Biji kopi Arabika mengandung metabolit sekunder diantaranya kafein dan senyawa fenolik yang berpotensi untuk mencegah kerontokan dengan merangsang pertumbuhan rambut. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi senyawa kafein pada ekstrak biji kopi Arabika, untuk memformulasi hair tonic ekstrak biji kopi Arabika yang memenuhi syarat mutu fisik, untuk mengetahui efek iritasi dan efektivitas pertumbuhan rambut dari sediaan hair tonic ekstrak biji kopi Arabika. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, selanjutnya dibuat formulasi sediaan hair tonic dengan konsentrasi F1 (0,25%), F2 (0,75%), F3 (1,75%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji kopi Arabika positif mengandung senyawa kafein dan menghasilkan sediaan hair tonic dengan karakteristik fisik yang sesuai berdasarkan parameter pengujian yang dilakukan, uji iritasi, dan uji efektivitas rambut yang dinilai berdasarkan rata-rata panjang rambut kelinci pada hari ke-21 yaitu sediaan hair tonic ekstrak kopi Arabika F1(0,25%) 15,92 mm, F2 (0,75%) 18,73 mm, F3 (1,75%) 23,19 mm, produk komersial hair tonic berbahan alam (K+) 14,66 mm dan F0 (tanpa zat aktif) 12,52 mm. Sediaan hair tonic dengan ekstrak biji kopi Arabika F3 (1,75%) menunjukkan pertumbuhan rambut tertinggi dan menghasilkan respons yang lebih baik dibandingkan kontrol positif yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil ANOVA (p=0,004) menunjukkan konsentrasi ekstrak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan rambut, dengan F2 dan F3 berbeda signifikan dari F0, K+, dan F1.