Juliana Novly Ratuanik
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Mandiri Poso

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Lama Bekerja Dengan Pengetahuan Perawat Tentang Penilaian GCS Di Rumah Sakit Umum Daerah Poso Nining Nirmalasari; Rahmad; Juliana Novly Ratuanik; Dwi Debi Tampa’i; Nurhayani H.B. Ali
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 6 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i6.2235

Abstract

Penilaian Glasgow Coma Scale (GCS) merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki perawat dalam menentukan tingkat kesadaran pasien dan mendukung pengambilan keputusan klinis secara tepat. Lama bekerja diduga berhubungan dengan tingkat pengetahuan perawat mengenai penilaian GCS melalui akumulasi pengalaman klinis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lama bekerja dengan pengetahuan perawat tentang penilaian Glasgow Coma Scale (GCS) di RSUD Poso. Metode: Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 155 perawat yang bertugas di ruang rawat inap dan Instalasi Gawat Darurat (IGD), dengan sampel sebanyak 61 responden yang dipilih menggunakan teknik multistage sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden dan kuesioner pengetahuan GCS yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil: Sebagian besar responden memiliki lama bekerja 5–10 tahun (49,2%) dan tingkat pengetahuan tentang GCS dalam kategori baik (78,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara lama bekerja dengan pengetahuan perawat tentang penilaian GCS (p = 0,025; r = 0,286), dengan kekuatan hubungan positif yang lemah hingga sedang. Semakin lama masa kerja perawat, semakin baik tingkat pengetahuan mengenai penilaian GCS. Kesimpulan: Lama bekerja berhubungan secara signifikan dengan pengetahuan perawat tentang penilaian Glasgow Coma Scale di RSUD Poso. Pengalaman kerja yang lebih lama berkontribusi terhadap peningkatan pengetahuan klinis, sehingga diperlukan pelatihan dan pendidikan berkelanjutan terutama bagi perawat dengan masa kerja yang lebih singkat untuk meningkatkan kompetensi dalam melakukan penilaian GCS.
Determinasi Faktor yang Berkaitan dengan Perilaku Merokok pada Anak Remaja di Kabupaten Poso Juliana Novly Ratuanik; Alma Alma
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1213

Abstract

Pendahuluan: Merokok merupakan masalah yang belum bisa diselesaikan hingga saat ini. Merokok sudah melanda berbagai kalangan, dari anak-anak sampai orang tua, laki-laki maupun perempuan. Data World Health Organization (WHO) mengurutkan Indonesia ke peringkat tiga dunia setelah Cina dengan 390 juta perokok dan India dengan 144 juta perokok. Rokok sudah menjalar di kalangan masyarakat baik anak kecil, remaja bahkan orang dewasa. Tujuan Penelitian: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok pada remaja di Kab. Poso. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif noneksperimental dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 296 remaja yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara faktor orang tua dengan perilaku merokok pada remaja di Kab. Poso (p < 0,05), ada hubungan yang signifikan antara faktor teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja di Kab. Poso (p < 0,05) dan ada hubungan yang signifikan antara faktor-faktor kepribadian dengan perilaku merokok pada remaja di Kab. Poso (p < 0,05). Kesimpulan: Beberapa faktor yang dapat meningkatkan perilaku merokok pada remaja dapat terlihat dari hasil penenlitian, perilaku merokok pada remaja yang dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal, di mana faktor internal yaitu dari kepribadian remaja sendiri dan faktor eksternal yaitu dari orang tua dan teman sebaya.