Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Hubungan stres dengan Kualitas Hidup pada Penderita DM Tipe 2 di Kabupaten Poso Tampai, Dwi Debi; Lainsamputty, Ferdy; Katiandagho, Yunike
Journal of Islamic Medicine Vol 5, No 2 (2021): JOURNAL OF ISLAMIC MEDICINE EDISI SEPTEMBER 2021
Publisher : Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jim.v5i2.13188

Abstract

Background: DM and stress are closely related especially to events in urban areas. Life pressures and unhealthy lifestyles are very influential, coupled with increasingly rapid technological advances and various diseases that are being suffered causing a decrease in a person's condition so that it triggers stress. Psychological disorders such as depression and stress that are common in the DM population, require proper treatment because they cause a drastic reduction in quality of life. Objective: This research was conducted to determine the relationship between stress and quality of life in patients with type 2 diabetes. Method: This research is a correlation analytic type with a cross sectional approach. The population in this study were all patients with type 2 DM in outpatients in Poso Regional Hospital as many as 2023 people, with a total sample of 137 people. The sampling technique used was purposive sampling. Data were collected using a Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS 42) and WHOQOL-BREF questionnaire. Descriptive statistics and bivariate analysis (mann whitney, kruskalwallis and Spearman Rank) are used to look for relationships between variables. Results: Age related to quality of life in the physical domain (p0.05), duration (long suffering from type-2 diabetes mellitus) was associated with quality of life in the physical domain (p0.01), stress had no relationship when associated with all quality-of-life domains. (p0.05). Conclusion: There is no relationship between stress and quality of life in type 2 DM patientsKeyword :Quality of Life DM type 2, Stress
HUBUNGAN DIMENSI GAYA HIDUP DAN STRES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2: The Relationship between Lifestyle Dimensions and Stress among Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Ferdy Lainsamputty; Nancy Sampouw; Dwi Debi Tampa’i; Moh. Fahrul
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 8 No. 2 (2022): JIKep | Juni 2022
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.942 KB) | DOI: 10.33023/jikep.v8i2.1148

Abstract

Pendahuluan : Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit gangguan metabolik kronis yang meningkat drastis dari tahun ke tahun. Gaya hidup yang buruk tidak hanya menjadi pemicu terjadi penyakit ini, tetapi juga memperparah keadaan pasien yang berpotensi menimbulkan masalah psikologis termasuk stres. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara gaya hidup dan stres pada pasien DM tipe 2. Metode: Desain deskriptif, korelasi, dan potong lintang digunakan dalam penelitian ini di salah satu rumah sakit umum di Sulawesi Tengah, Indonesia. Kuesioner yang digunakan yaitu yaitu Health Promoting Lifestyle (HPLP-II) dan Depression Anxiety Stres Scale-42 (DASS-42). Statistik deskriptif dan korelasi Spearman digunakan untuk mendeskripsikan dan menguji hubungan variabel-variabel major. Hasil: Dimensi aktivitas fisik, nutrisi, pertumbuhan spiritual, hubungan interpersonal dan gaya hidup keseluruhan berkorelasi siginifikan dengan dan stres (r = -0,18 hingga -0,26; p < 0,05). Kesimpulan: Pasien DM tipe 2 yang menerapkan gaya hidup lebih baik, mengalami stres yang lebih renda
Korelasi domain kelelahan dan kualitas hidup pada pasien hipertensi di Indonesia Ferdy Lainsamputty; Dwi Debi Tampa’i; Nur Hikmah; Tasnim Tasnim
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i3.4349

Abstract

The correlation between fatigue domains and quality of life among patients with hypertension in IndonesiaBackground: Hypertension is one of the main cardiovascular problems worldwide. In Indonesia, hypertension is one of the most common diseases. Fatigue is common and often occurs in hypertensive patients and may contribute to poor quality of life among this population.Purpose: To identify the relationship between fatigue and quality of life among patients with hypertension.Method: This study used descriptive correlational design with cross-sectional approach using 152 convenience samples in a public hospital of Central Sulawesi Province, Indonesia. The instruments used were the Multidimensional Assessment of Fatigue (MAF) and the World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF). Descriptive statistics and bivariate analysis were utilized to test relationships between variables.Results: The physical component of QOL had significant correlation with Global Fatigue Index/GFI (r = -0,17, p < 0.05), severity (r = -0,17, p < 0.05) and distress domain (r = -0,21, p < 0, 01). The psychological component of QOL was associated with GFI (r = -0,26, p < 0.01), severity domain (r = -0,25, p < 0.01), distress (r = -0,28, p < 0.01), and degree of inteference in ADL (r = -0,24, p < 0.01). While the environment component of QOL was correlated with degree of inteference in ADL (r = -0,17, p < 0.05).Conclusion: Participants with more severe fatigue had also poorer QOL in all of its components.Keywords: Fatigue; Hypertension; Quality of lifePendahuluan: Penyakit hipertensi merupakan salah satu masalah utama kardiovaskular di dunia. Di Indonesia, hipertensi termasuk dalam penyakit dengan jumlah kasus terbanyak. Kelelahan adalah gejala umum yang sering terjadi pada pasien hipertensi dan dapat berkontribusi pada kualitas hidup yang buruk pada populasi ini.Tujuan: Untuk mengidentifikasi hubungan antara kelelahan dan kualitas hidup pada pasien hipertensi.Metode: Penelitian ini berjenis deskriptif korelasi dengan pendekatan potong lintang menggunakan 152 sampel menggunakan teknik convenience sampling di salah satu rumah sakit umum daerah di Sulawesi Tengah, Indonesia. Kuesioner yang digunakan yaitu Multidimensional Assessment of Fatigue (MAF) dan World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF). Statistik deskriptif dan analisa bivariat digunakan untuk menguji hubungan antar variabel.Hasil: Komponen fisik kualitas hidup berhubungan secara signifikan dengan GFI (r = -0,17, p < 0,05), domain keparahan (r = -0,17, p < 0,05), dan tekanan  (r = -0,21, p < 0,01). Komponen psikologis kualitas hidup berkorelasi dengan GFI (r = -0,26, p < 0,01), domain keparahan (r = -0,25, p < 0,01), tekanan (r = -0,28, p < 0,01), dan derajat terganggunya aktivitas (r = -0,24, p < 0,001). Komponen lingkungan kualitas hidup hanya berhubungan signifikan dengan domain derajat terganggunya aktivitas (r = -0,17, p < 0,05).Simpulan: Partisipan yang mengalami kelelahan yang lebih berat, juga memiliki kualitas hidup yang lebih buruk pada semua komponen.
SELF-REPORTED SLEEP QUALITY AND ITS ASSOCIATION WITH DEMOGRAPHIC AND HEALTH-RELATED FACTORS AMONG EMERGENCY DEPARTMENT NURSES Ferdy Lainsamputty; Dwi Debi Tampa'i; Albert Kalengkongan; Moh. Fahrul
NUTRIX Vol 4 No 2 (2020): Volume 4, Issue 2, 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol4.Iss2.508

Abstract

Continual sleep loss and disorder among Emergency Department (ED) nurses may negatively impact the quality of care. ED nurses are expected to act with great pace and accuracy in a crowded and high-risk environment. Detail information regarding sleep quality (SQ) and its components among ED nurses is still limited in Indonesia. The study aimed to explore SQ of ED nurses and its relation to demographic and health-related factors. This study utilized a cross-sectional, correlational descriptive design with 65 samples recruited using total sampling technique from 3 EDs in Central Sulawesi. Descriptive statistics and bivariate analysis were performed to examine the association between variables. Global PSQI score was 5.5±2.0 with the prevalence of poor sleepers was 43.1%. Only body mass index (BMI) had correlation with SQ (r=0.26; p<0.05). ED nurses are recommended to reach the ideal body weight to get a bigger chance of having a better sleep. Further studies are required to evaluate interventions that might enhance SQ of ED nurses.
Hubungan Pelaksanaan Fungsi Manajemen Perencanaan terhadap Pelayanan Kesehatan Masyarakat di Masa Covid-19 Tampa'i, Dwi Debi
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 5 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.774 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i5.611

Abstract

Menjalankan program kesehatan tentunya harus didukung dengan penerapan manajemen sumber daya manusia yang baik yang terdiri dari perencaaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Hal ini harus dipahami bersama oleh pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di masyarakat. Pandemi COVID-19 yang terjadi secara mendadak dan cepat tentu sangat berpengaruh kepada perencanaan yang telah disusun oleh Puskesmas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pelaksanaan fungsi manajemen terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Subyek penelitian adalah 44 orang tenaga kesehatan yang dijalankan kuisioner tentang Fungsi Manajemen (Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan dan Pengawasan) dan Pelayanan Kesehatan dengan uji Analisa Chi Square. Hasil Penelitian: Dilihat dari tabulasi silang bahwa tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan dalam golongan baik adalah pada fungsi manajemen Perencanaan berjumlah 19 responden (76%), Pengorganisasian berjum-lah 20 responden (71,4%), Pelaksanaan sejumlah 24 orang (88,9%) dan Pengawasan hanya 17 orang (65,4%). Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara Perencanaan, Pengorganisasian dan Pelaksanaan dengan Pelayanan Kesehatan, sedangkan pada fungsi Pengawasan dengan Pelayanan Kesehatan tidak terdapat hubungan yang signifikan.
Efektifitas Model Pendidikan Seksual Komprehensif melalui Pendekatan Budaya Suku Pamona terhadap Pencegahan Seksual Pranikah Remaja SMA dan SMK Kabupten Poso Fauziah H. Tambuala; Dwi Debi Tampa’i; Fany Lairin Djala; Moh. Wafri Matorang
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52705

Abstract

Perilaku sosial pranikah merupakan aktivitas yangv memiliki dampak salah satunya adalah penyakit menular seksual. Pendekatan budaya suku Pamona merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah perilaku tersebut. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pendidikan seksual komprehensif melalui pendekatan budaya suku pamona pada remaja SMA dan SMK di kabupaten poso agar dapat mencegah seksual pranikah pada remaja. Metode penelitian : menggunakan desain quasi experiment pre-post test with control group. Teknik sampling menggunakan simple random sampling dengan sampel 92 responden (kelompok intervensi 46 dan kelompok kontrol 46). Instrument menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan uji Independen Sample t test. Hasil penelitian : menunjukkan ada perbedaan efektifitas model pendidikan seksual komprehensif melalui budaya suku pamona terhadap pencegahan perilaku seksual pranikah dengan p value= 0,000 Kesimpulan : Pada penelitian ini ada perbedaan efektifitas model pendidikan seksual komprehensif melalui pendekatan budaya suku pamona terhadap pencegahan perilaku seksual pranikah remaja.
Penyuluhan Manajemen Stres Dan Trauma Pasca Bencana Di Desa Masani Kabupaten Poso Fauziah H. Tambuala; Fany Lairin Djala; Dwi Debi Tampa’i
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i2.2109

Abstract

Bencana alam yang terjadi di Desa Masani, Kabupaten Poso, tidak hanya menimbulkan dampak fisik, tetapi juga berdampak signifikan terhadap kondisi psikologis masyarakat, seperti stres dan trauma pascabencana. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai manajemen stres serta penanganan trauma berpotensi memperburuk kesehatan mental dan menghambat proses pemulihan pascabencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yang dilaksanakan pada bulan Desember 2025 bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat Desa Masani dalam mengenali, mengelola, dan mengatasi stres serta trauma pascabencana secara mandiri dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan edukatif, diskusi interaktif, serta latihan sederhana manajemen stres dan relaksasi yang disesuaikan dengan kondisi dan budaya setempat. Sasaran kegiatan adalah masyarakat terdampak bencana, khususnya orang dewasa dan tokoh masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep stres dan trauma, gejala yang muncul, serta strategi sederhana untuk mengelolanya. Peserta juga menunjukkan respon positif dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan masyarakat Desa Masani mampu meningkatkan ketahanan psikologis dan mendukung proses pemulihan kesehatan mental pascabencana.
HUBUNGAN PELAKSANAAN FUNGSI MANAJEMEN KEPERAWATAN PENGORGANISASIAN DENGAN PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT DI MASA COVID-19: THE RELATIONSHIP OF THE IMPLEMENTATION OF ORGANIZING NURSING MANAGEMENT FUNCTIONS TO PUBLIC HEALTH SERVICES DURING COVID-19 Dwi Debi Tampa'i
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v7i1.367

Abstract

Keadaan pandemi COVID-19 yang terjadi secara mendadak dan cepat berpengaruh kepada perencanaan yang telah disusun sebelumnya oleh Puskesmas. Segala bentuk manajemen Puskesmas harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pelayanan dalam menghadapi pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelaksanaan fungsi manajemen keperawatan pengorganisasian dengan pelayanan kesehatan masyarakat di masa COVID-19 pada Puskesmas Kayamanya Kabupaten Poso. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada bulan September tahun 2021 di Puskesmas Kayamanya. Sampel penelitian berjumlah 44 orang yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki fungsi manajemen keperawatan pengorganisasian dalam kategori baik (63,6%) dan pelayanan kesehatan masyarakat dalam kategori baik (56,8%). Ada hubungan antara fungsi manajemen keperawatan pengorganisasian dengan pelayanan kesehatan masyarakat (p= 0,013). Diharapkan kepada pemberi pelayanan kesehatan khususunya di puskesmas untuk mengoptimalkan pelayanannya berdasarkan fungsi manajemen keperawatan yang diterapkan.   The sudden and rapid onset of the COVID-19 pandemic affected the pre-established plans by community health centers (Puskesmas). All forms of Puskesmas management had to be adjusted to meet the conditions and service needs during the COVID-19 pandemic. This study, with its significant findings, aims to determine the relationship between implementing the nursing management function of organizing and community health services during COVID-19 at the Kayamanya Puskesmas, Poso Regency. This research used a quantitative method with a cross-sectional approach conducted in September 2021 at the Kayamanya Puskesmas. The study sample consisted of 44 individuals selected using simple random sampling. The statistical analysis used was the chi-square test. The results showed that most respondents had a suitable category of nursing management organizing function (63.6%) and a suitable category of community health services (56.8%). There is a relationship between the nursing management organizing function and community health services (p=0.013). It is hoped that health service providers, especially at Puskesmas, will optimize their services based on the applied nursing management functions.
Hubungan Lama Bekerja Dengan Pengetahuan Perawat Tentang Penilaian GCS Di Rumah Sakit Umum Daerah Poso Nining Nirmalasari; Rahmad; Juliana Novly Ratuanik; Dwi Debi Tampa’i; Nurhayani H.B. Ali
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 6 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i6.2235

Abstract

Penilaian Glasgow Coma Scale (GCS) merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki perawat dalam menentukan tingkat kesadaran pasien dan mendukung pengambilan keputusan klinis secara tepat. Lama bekerja diduga berhubungan dengan tingkat pengetahuan perawat mengenai penilaian GCS melalui akumulasi pengalaman klinis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lama bekerja dengan pengetahuan perawat tentang penilaian Glasgow Coma Scale (GCS) di RSUD Poso. Metode: Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 155 perawat yang bertugas di ruang rawat inap dan Instalasi Gawat Darurat (IGD), dengan sampel sebanyak 61 responden yang dipilih menggunakan teknik multistage sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden dan kuesioner pengetahuan GCS yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil: Sebagian besar responden memiliki lama bekerja 5–10 tahun (49,2%) dan tingkat pengetahuan tentang GCS dalam kategori baik (78,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara lama bekerja dengan pengetahuan perawat tentang penilaian GCS (p = 0,025; r = 0,286), dengan kekuatan hubungan positif yang lemah hingga sedang. Semakin lama masa kerja perawat, semakin baik tingkat pengetahuan mengenai penilaian GCS. Kesimpulan: Lama bekerja berhubungan secara signifikan dengan pengetahuan perawat tentang penilaian Glasgow Coma Scale di RSUD Poso. Pengalaman kerja yang lebih lama berkontribusi terhadap peningkatan pengetahuan klinis, sehingga diperlukan pelatihan dan pendidikan berkelanjutan terutama bagi perawat dengan masa kerja yang lebih singkat untuk meningkatkan kompetensi dalam melakukan penilaian GCS.