Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi dan Pengetahuan Ibu sebagai Determinan Stunting pada Anak Usia 24 dampai dengan 59 Bulan di Puskesmas Cilincing Jakarta Utara Endah Dian Marlina; Jehanara
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 6 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i6.2238

Abstract

Stunting pada balita usia 24–59 bulan merepresentasikan akumulasi defisit nutrisi kronis pasca-golden period yang berisiko menimbulkan dampak buruk permanen. Di wilayah pesisir perkotaan seperti Cilincing, Jakarta Utara, kejadian stunting masih menjadi tantangan pelik di tengah heterogenitas karakteristik ibu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu sebagai determinan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Cilincing, Jakarta Utara. Metode: Studi kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 112 ibu yang memiliki balita usia 24–59 bulan. Sampel dipilih menggunakan teknik Probability Proportional to Size (PPS) sampling yang dikombinasikan dengan Simple Random Sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner tervalidasi dan pengukuran antropometri langsung (TB/U berdasarkan Z-score WHO). Analisis data menggunakan uji Pearson Chi-Square dan Regresi Logistik Berganda dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Prevalensi stunting pada balita akhir ditemukan sebesar 33,9%. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu (p = 0,04) dan pengetahuan ibu (p = 0,01) dengan kejadian stunting. Analisis multivariat mengonfirmasi bahwa pengetahuan ibu merupakan determinan yang paling dominan, di mana ibu dengan pengetahuan kurang berisiko 3,64 kali lebih besar memiliki balita stunting (AOR = 3,64; 95% CI: 1,48–8,95; p = 0,005) setelah dikontrol oleh variabel pendidikan ibu (AOR = 2,59; 95% CI: 1,07–6,23; p = 0,034). Kesimpulan: Pengetahuan gizi praktis ibu merupakan faktor yang paling kritis dalam memitigasi risiko stunting pada balita akhir, bahkan melampaui pengaruh latar belakang pendidikan formalnya. Intervensi kesehatan masyarakat di wilayah pesisir perkotaan harus diprioritaskan pada penguatan literasi ibu secara promotif-preventif melalui optimalisasi peran Posyandu.
Edukasi dan Pendampingan Sederhana Gizi Seimbang Balita Berbasis Skrining Awal pada Ibu sebagai Upaya Pencegahan Stunting di RW 03 Kelurahan Pulo Gebang Kecamatan Cakung Jakarta Timur Endah Dian Marlina; Yudhia Fratidhina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 6 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i6.2240

Abstract

Stunting masih menjadi tantangan penting dalam pembangunan kesehatan anak di Indonesia. Menurut World Health Organization (WHO), stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, serta kurangnya stimulasi psikososial yang memadai, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Meskipun prevalensi stunting di Indonesia menunjukkan tren penurunan dari 30,8% pada tahun 2018 menjadi 21,6% pada tahun 2022, angka tersebut masih berada di atas ambang batas WHO, yaitu kurang dari 20%. Di Provinsi DKI Jakarta, prevalensi stunting menurun dari 18,6% pada tahun 2021 menjadi 14,8% pada tahun 2023. Namun demikian, masalah gizi pada balita masih memerlukan perhatian serius. Di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, tercatat 148 anak mengalami stunting, dan wilayah ini menjadi salah satu penyumbang tertinggi kasus stunting di Jakarta Timur. Di Kelurahan Pulo Gebang, upaya pencegahan telah dilakukan melalui Pos Gizi, namun luasnya wilayah serta keterbatasan jangkauan layanan di tingkat RW menjadi tantangan tersendiri. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan upaya yang lebih dekat dengan masyarakat melalui skrining awal pengetahuan ibu dan kader serta pendampingan sederhana mengenai gizi seimbang balita. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan pemahaman tentang pentingnya ASI, pengelolaan MP-ASI, serta pemilihan bahan makanan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang balita. Melalui kegiatan ini, diharapkan ibu dan kader memiliki pengetahuan yang lebih baik sehingga mampu berperan aktif dalam pencegahan stunting di lingkungan keluarga dan masyarakat.