Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan yang dapat dicegah melalui deteksi dini menggunakan metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Namun, cakupan pemeriksaan IVA pada wanita usia subur (WUS) masih rendah. Berbagai faktor diduga memengaruhi perilaku WUS dalam melakukan pemeriksaan IVA, di antaranya tingkat pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan peran petugas kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan peran petugas kesehatan dengan pemeriksaan IVA pada wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Limapuluh Kota Pekanbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2026 terhadap 124 wanita usia subur yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis melalui analisis univariat serta analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil: Sebagian besar responden tidak pernah melakukan pemeriksaan IVA (61,3%), memiliki pengetahuan kurang (58,9%), sikap negatif terhadap pemeriksaan IVA (91,1%), serta tidak memperoleh dukungan keluarga (77,4%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan peran petugas kesehatan dengan pemeriksaan IVA (p<0,05). Wanita usia subur yang memiliki pengetahuan lebih baik, sikap positif, dukungan keluarga, serta memperoleh peran aktif petugas kesehatan cenderung lebih bersedia melakukan pemeriksaan IVA. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan peran petugas kesehatan berhubungan signifikan dengan perilaku pemeriksaan IVA pada wanita usia subur. Peningkatan edukasi kesehatan, keterlibatan keluarga, dan optimalisasi peran tenaga kesehatan perlu dilakukan untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan IVA sebagai upaya deteksi dini kanker serviks.