Siti Hamdiah Rojabi
Universitas Mataram, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Digital Nomad Potential In Tetebatu Tourism Village: A Swot Analysis Siti Hamdiah Rojabi; Adhitya Bagus Singandaru; Mahmudah Budiatiningsih; Muhammad Akbar Dio Sagita
Jurnal Internasional Riset Bisnis Pariwisata Vol 5 No 1 (2026): International Journal of Tourism Business Research (INTOUR)
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/intour.v5i1.3002

Abstract

The accelerated growth of remote work has precipitated a surge in digital nomadism, engendering novel opportunities for destinations that are conducive to supporting location-independent professionals. The present study employs a qualitative descriptive approach to examine the potential of Tetebatu tourism village in East Lombok, Indonesia, to develop as a rural digital nomad destination. The data presented herein was collected through a combination of semi-structured interviews with international visitors, field observations, and document analysis. The analysis was conducted utilizing a SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) framework. The findings indicate that Tetebatu possesses significant strengths, including scenic natural landscapes, cultural authenticity, community hospitality, and relatively stable internet connectivity. Nevertheless, structural limitations, including the absence of co-working spaces, limited English proficiency, inadequate transportation infrastructure, and national regulation (visa) constrain its implementation. Externally, the global rise of remote working and increasing demand for sustainable rural tourism present substantial opportunities, while competition from established hubs, environmental risks, and regulatory uncertainties remain key threats. This study contributes to the literature by extending the analysis of digital nomadism beyond an urban context and highlighting the role of rural destinations in the development of sustainable tourism.
PERSEPSI RISIKO BENCANA PADA WISATAWAN LAVA TOUR MERAPI DI SLEMAN, YOGYAKARTA Mahmudah Budiatiningsih; Kertajadi Kertajadi; Siti Hamdiah Rojabi; Ihyana Hulfa; Baiq Nikmatul Ulya
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 15 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v15i1.4125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi risiko bencana wisatawan pada destinasi wisata Lava Tour Merapi. Lava Tour Merapi merupakan wisata berbasis bencana (dark tourism) yang berkembang di kawasan lereng Gunung Merapi dan berada pada wilayah dengan ancaman erupsi yang tinggi. Persepsi risiko wisatawan menjadi aspek penting karena berpengaruh terhadap rasa aman, kesiapsiagaan, dan perilaku wisatawan selama melakukan aktivitas wisata di kawasan rawan bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, studi literatur, dan survei menggunakan angket kepada wisatawan yang berkunjung ke Lava Tour Merapi. Analisis dilakukan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan dan persepsi wisatawan terhadap bahaya erupsi Gunung Merapi, termasuk awan panas, abu vulkanik, material panas, serta tingkat keamanan aktivitas wisata di kawasan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas wisatawan memiliki pemahaman yang baik mengenai bahaya erupsi Gunung Merapi dan menyadari bahwa aktivitas Lava Tour dilakukan di kawasan rawan bencana. Wisatawan juga menunjukkan persepsi risiko yang cukup tinggi terhadap ancaman awan panas dan material vulkanik, meskipun masih terdapat variasi persepsi terkait tingkat keamanan aktivitas wisata ketika didampingi pemandu wisata.