Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Beyond Religious Coping: Reconstructing Al-Ghazali's Concept of Tawakal into a Psychospiritual Healing Model for Chronic Anxiety : Melampaui Koping Religius: Merekonstruksi Konsep Tawakal Al-Ghazali menjadi Model Penyembuhan Psikospiritual untuk Kecemasan Kronis Tistigar Sansayto; Jarman Arroisi; Era Fazira Siregar; Masriyah Sunada Wadi
Syifa al-Qulub : Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik Vol. 10 No. 2 (2026): Syifa al-Qulub: Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik
Publisher : Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/saq.v10i2.53093

Abstract

Chronic anxiety has become an increasingly significant mental health challenge, while existing studies have predominantly conceptualized tawakkul as a religious coping strategy without systematically explaining its underlying psychospiritual mechanism. This study aims to reconstruct Al-Ghazali's concept of tawakal into a comprehensive psychospiritual healing framework for addressing chronic anxiety and to examine its theoretical implications for contemporary Islamic psychotherapy. This study employed a qualitative library research design using conceptual analysis. The primary data source was Al-Ghazali's Iḥyāʾ ʿUlūm al-Dīn, particularly Kitāb al-Tawḥīd wa al-Tawakkul, supported by contemporary literature on Islamic psychology, Islamic psychotherapy, and mental health. Data were collected through systematic document analysis and analyzed using thematic content analysis combined with conceptual synthesis. The findings reveal that tawakal is a structured psychospiritual process consisting of five interconnected stages: Tawhid Reinforcement, Cognitive Reorientation, Responsible Human Effort (Ikhtiyār), Tafwīḍ, and Ṭumaʾnīnah. These stages were synthesized into the Al-Ghazali's Tawakal-Based Spiritual Healing (ATSH) Model, which explains how theological beliefs facilitate cognitive transformation, emotional regulation, behavioural engagement, and spiritual restoration in reducing chronic anxiety. The proposed model provides a conceptual foundation for the development of culturally and spiritually responsive Islamic psychotherapy and may inform future counselling, spiritual care, and Muslim mental health interventions. The originality of this study lies in reconstructing Al-Ghazali's classical thought into a systematic psychospiritual healing model, thereby bridging classical Islamic scholarship with contemporary Islamic psychotherapy and providing a theoretical framework for future empirical research.
Penanaman Tauhid Sejak Dini: Model Edukasi Kreatif melalui Tadabbur Alam bagi Anak TPA Al-Husna, Mantingan-Ngawi-Jawa Timur : Pengabdian Syifa Auliya Hanifah; Asif Trisnani; Alda Rizmardini; Annisa Syifa Mulya; Era Fazira Siregar; Aliefia Salsabila Puteri Rintani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5296

Abstract

Program kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai tauhid sejak dini melalui penerapan model edukasi kreatif berbasis tadabbur alam pada anak-anak TPA Al-Husna, Mantingan, Ngawi, Jawa Timur. Kegiatan ini merespons kurangnya kegiatan edukasi yang kreatif dalam proses pembelajaran, karena hanya berfokus kepada baca-tulis dan hafalan Al-Qu’ran, sehingga pemahaman tauhid anak cenderung bersifat abstrak dan kurang kontekstual. Menggunakan metode edukatif-partisipatif dengan desain deskriptif-reflektif, kegiatan ini dilakukan selama enam minggu yang melibatkan 50 anak sebagai peserta. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman nilai-nilai tauhid yang signifikan. Pada tahap pre-test hanya 44% anak yang memiliki pemahaman baik, setelah pelaksanaan pembelajaran tadabbur alam, persentase meningkat menjadi 92% pada tahap post-test. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran tauhid yang mengintegrasikan pengalaman langsung dengan alam mampu meningkatkan pemahaman konseptual dan reflektif anak terhadap nilai-nilai ketauhidan, termasuk pemaknaan terhadap ayat-ayat kauniyah. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pembelajaran keagamaan pada anak berbasis tadabbur alam efektif dan relevan untuk diterapkan pada lembaga pendidikan nonformal.