Poppy Ruddin
Universitas Hasanuddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AKUNTANSI PERNIKAHAN DALAM TRADISI UANG PANAI: STUDI ETNOGRAFI PADA BUDAYA BUGIS-MAKASSAR Harun Alrasyid; Devi Annisa; Poppy Ruddin
REMITTANCE: JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN Vol 7, No 1 (2026): REMITTANCE JUNI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/remittance.vol7no1.1152

Abstract

This study aims to uncover the practice of wedding accounting within the Uang Panai tradition in the Bugis-Makassar community. The study employed a qualitative, ethnographic approach. Data were collected through in-depth interviews with three purposively selected married couples who had undergone traditional weddings in Makassar City using the Uang Panai tradition. The results indicate that Uang Panai is interpreted as a symbol of respect, responsibility, and honor (siri'), rather than as an economic transaction. From an accounting perspective, Uang Panai practices cannot be fully explained using conventional accounting concepts, such as income or expenses. Uang Panai represents a more social and symbolic form of accounting that emphasizes moral values, customary responsibility, and social harmony. These findings confirm that accounting operates not only within the realm of business and formal organizations but is also present in the practices of community cultural life.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap praktik akuntansi pernikahan dalam tradisi Uang Panai pada masyarakat Bugis-Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tiga pasangan suami istri yang dipilih secara purposif yang telah menjalani pernikahan adat dengan tradisi Uang Panai di Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uang Panai dimaknai sebagai simbol penghormatan, tanggung jawab, dan kehormatan (siri’), bukan sebagai transaksi ekonomi. Dalam perspektif akuntansi, praktik Uang Panai tidak sepenuhnya dapat dijelaskan menggunakan konsep akuntansi konvensional, seperti pendapatan atau beban. Uang Panai lebih merepresentasikan bentuk akuntansi sosial dan simbolik yang menekankan nilai moral, tanggung jawab adat, dan keharmonisan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa akuntansi tidak hanya beroperasi dalam ranah bisnis dan organisasi formal, tetapi juga hadir dalam praktik kehidupan budaya masyarakat.
PRAKTEK AKUNTANSI DALAM RUMAH TANGGA Harun Alrasyid; Poppy Ruddin; Sultan Sultan
REMITTANCE: JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN Vol 6, No 2 (2025): REMITTANCE DESEMBER 2025
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/remittance.vol6no2.784

Abstract

This study aims to explore how individuals apply household accounting practices and how these experiences shape families' financial management. Using a qualitative phenomenological approach, the research investigates participants' subjective experiences in recording, organizing, and analyzing their household finances. Data were collected through semi-structured in-depth interviews with individuals or couples responsible for managing family finances, complemented by observations and the analysis of financial documents. The findings reveal that household accounting practices offer significant benefits in enhancing financial awareness, controlling expenses, and supporting the achievement of both short-term and long-term financial goals. Despite several challenges, including limited accounting knowledge, consumerist habits, and differing financial perspectives between spouses, participants demonstrated the ability to adapt by relying on values such as responsibility, simplicity, and religious teachings. This study concludes that household accounting is not merely a technical activity but also a meaningful process that fosters financial awareness and family self-reliance. These insights are expected to serve as a foundation for developing more contextual and practical financial education for households.Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana individu menerapkan praktik akuntansi dalam rumah tangga dan bagaimana pengalaman tersebut memengaruhi pengelolaan keuangan keluarga. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman subjektif partisipan dalam mencatat, mengatur, dan menganalisis keuangan rumah tangga mereka. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur kepada individu atau pasangan yang bertanggung jawab atas keuangan keluarga, dilengkapi dengan observasi dan analisis dokumen pengeluaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik akuntansi rumah tangga memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kesadaran finansial, membantu pengendalian pengeluaran, serta mendukung pencapaian tujuan keuangan jangka pendek dan panjang. Meskipun ditemukan beberapa kendala seperti minimnya pengetahuan akuntansi, kebiasaan konsumtif, dan perbedaan persepsi antar pasangan, partisipan mampu mengembangkan strategi adaptif berbasis nilai-nilai tanggung jawab, kesederhanaan, dan ajaran agama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa akuntansi rumah tangga bukan hanya aktivitas teknis, tetapi juga bagian dari proses pembentukan kesadaran dan kemandirian finansial keluarga. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan edukasi keuangan rumah tangga yang lebih relevan dan membumi.