Silvana Natalia Nainggolan
STP St. Bonaventura Keuskupan Agung Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Think Pair Share untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Siswa SMA dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik Silvana Natalia Nainggolan; Cahaya Simalango; Ermina Waruwu
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi peserta didik melalui penerapan model Think Pair Share pada pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di tingkat SMA. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 30 peserta didik. Data penelitian diperoleh melalui observasi menggunakan lembar observasi pelaksanaan model pembelajaran Think Pair Share dan lembar observasi keterampilan komunikasi peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Think Pair Share mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan pembelajaran dari 87% pada Siklus I menjadi 95% pada Siklus II serta meningkatkan keterampilan komunikasi peserta didik dari 76% menjadi 88%. Peningkatan yang paling menonjol terjadi pada kemampuan menggunakan bahasa yang baik dan benar serta kemampuan mendengarkan secara aktif, yang menunjukkan bahwa peserta didik semakin mampu berkomunikasi secara efektif dan menghargai pendapat orang lain selama proses pembelajaran. Dengan demikian, model pembelajaran Think Pair Share terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Agama Katolik.
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DALAM MENGATASI KECANDUAN GAME ONLINE PADA SISWA SMA Trisnawati Simanullang; Silvana Natalia Nainggolan; Din Oloan Sihotang
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.12706

Abstract

ABSTRACT Online game addiction has become one of the challenges in the field of education due to its potential impact on students’ learning discipline, academic responsibility, social interactions, and character development. This phenomenon requires the active involvement of teachers, particularly Catholic Religious Education teachers, in providing guidance that extends beyond academic achievement to include the strengthening of moral values, spiritual awareness, and students’ self-control in the use of digital technology. This study aims to describe the strategies employed by Catholic Religious Education teachers in addressing online game addiction and to examine the condition of online game addiction among students at SMA Negeri 1 Silaen. The study adopted a descriptive qualitative approach, with data collected through observations, interviews, and documentation, and analyzed through data reduction, data presentation, and data verification. The findings reveal that the strategies implemented include spiritual guidance, collaboration with parents, educational sanctions, and structured assignments as forms of continuous mentoring. These strategies contributed to improving students’ discipline, responsibility, and ability to regulate their online gaming behavior, although several symptoms of addiction were still identified among some students. The findings underscore that a guidance approach integrating moral, spiritual, social, and academic dimensions is effective in minimizing the negative impacts of online gaming while also providing practical contributions to the development of character-building models within the school environment. ABSTRAK Kecanduan game online menjadi salah satu tantangan dalam dunia pendidikan karena berpotensi memengaruhi kedisiplinan belajar, tanggung jawab akademik, interaksi sosial, dan pembentukan karakter peserta didik. Fenomena tersebut menuntut keterlibatan guru, khususnya Guru Pendidikan Agama Katolik, dalam memberikan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan nilai moral, spiritual, dan pengendalian diri siswa dalam memanfaatkan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi Guru Pendidikan Agama Katolik dalam mengatasi kecanduan game online serta menggambarkan kondisi kecanduan game online pada siswa SMA Negeri 1 Silaen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis secara tematik melalui proses reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan meliputi bimbingan rohani, kolaborasi dengan orang tua, pemberian sanksi edukatif, dan penugasan sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan. Penerapan strategi tersebut berkontribusi dalam meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan siswa mengendalikan penggunaan game online, meskipun masih ditemukan beberapa gejala kecanduan pada sebagian peserta didik. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan pembinaan yang memadukan aspek moral, spiritual, sosial, dan akademik merupakan strategi yang efektif dalam meminimalkan dampak negatif game online sekaligus memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan model pembinaan karakter di lingkungan sekolah.