Rheina Audya Pradesthi
Universitas Sebelas Maret

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Sanggar Tari Soerya Soemirat dalam Mendukung Eksistensi Budaya Mangkunegaran Rheina Audya Pradesthi; Sariyatun
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 8 No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v8i1.8291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Sanggar Tari Soerya Soemirat dalam mendukung eksistensi budaya Mangkunegaran di tengah arus globalisasi. Globalisasi yang ditandai dengan dominasi budaya populer global, seperti Korean Wave, telah memengaruhi preferensi generasi muda sehingga terjadi penurunan minat terhadap seni tari tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Tari Soerya Soemirat berperan sebagai institusi pelestarian budaya melalui tiga aspek utama, yaitu pembelajaran tari berbasis nilai budaya dan sistem berjenjang, keterlibatan dalam pementasan di tingkat lokal hingga internasional, serta regenerasi penari yang berkelanjutan. Selain itu, sanggar juga mentransmisikan nilai filosofis budaya Mangkunegaran kepada generasi muda. Namun demikian, sanggar menghadapi berbagai hambatan, seperti penurunan minat generasi muda, keterbatasan media digital, keterbatasan pendanaan, fasilitas, serta waktu pengurus dan peserta didik. Untuk mengatasi hal tersebut, sanggar melakukan berbagai upaya adaptif melalui penguatan pembelajaran berbasis nilai, optimalisasi media sosial, kerja sama dengan pihak eksternal, serta fleksibilitas sistem latihan. Dengan demikian, Sanggar Tari Soerya Soemirat tetap berperan penting dalam menjaga keberlanjutan budaya Mangkunegaran di tengah dinamika globalisasi.