Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan daya berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di era digital. Meskipun Pendidikan Pancasila memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kemampuan bernalar peserta didik, proses pembelajaran masih sering didominasi oleh pendekatan konvensional yang minim partisipasi aktif. Oleh karena itu, diperlukan strategi inovatif melalui pemanfaatan teknologi digital interaktif seperti aplikasi Wordwall. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Pancasila dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran berbasis Wordwall, mengevaluasi dampaknya terhadap peningkatan daya berpikir kritis peserta didik, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di SMK Wali Songo Bululawang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi berdiferensiasi melalui desain soal Wordwall yang mengarah pada aktivitas berpikir tingkat tinggi, seperti analisis dan evaluasi kasus. Guru menyisipkan permainan edukatif pada berbagai tahap pembelajaran, khususnya saat apersepsi dan evaluasi, untuk menciptakan suasana kelas yang interaktif dan menstimulasi daya pikir kritis. Faktor pendukung dalam pelaksanaan strategi ini meliputi dukungan fasilitas sekolah dan pelatihan media digital, sementara hambatan mencakup kesiapan guru yang bervariasi dan keterbatasan jaringan internet. Secara keseluruhan, pemanfaatan aplikasi Wordwall terbukti mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa dan mendorong pengembangan berpikir kritis dalam konteks pembelajaran Pendidikan Pancasila