Rasa takut dan ketidaknyamanan terhadap matematika yang kerap dikenal sebagai mathematics anxiety atau kecemasan matematika telah lama diidentifikasi sebagai salah satu hambatan psikologis yang secara nyata berkontribusi pada rendahnya prestasi belajar siswa dalam bidang ini di berbagai jenjang pendidikan. Tulisan ini menyajikan temuan dari kajian literatur sistematis atas berbagai penelitian yang mengulas keterkaitan antara kecemasan matematika dan pencapaian belajar matematika siswa, dengan cakupan studi yang diterbitkan dalam rentang waktu 2020 hingga 2025. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar, ERIC, dan Scopus dengan menggunakan kata kunci “mathematics anxiety”, “math anxiety”, “hasil belajar”, dan “kecemasan matematika”. Sebanyak lima belas artikel yang memenuhi kriteria inklusi dipilih dan dianalisis secara mendalam, mencakup penelitian pada siswa sekolah dasar, sekolah menengah, hingga sekolah luar biasa. Hasil kajian menunjukkan bahwa mathematics anxiety memberikan pengaruh negatif dan signifikan terhadap hasil belajar matematika dengan tingkat kontribusi yang berbeda-beda, yaitu antara 2,2% hingga 68,1% tergantung pada karakteristik populasi dan konteks penelitian. Selain itu, ditemukan beberapa faktor yang berperan dalam memperkuat maupun memperlemah hubungan tersebut, seperti kecerdasan emosional, potensi akademik, dan kemampuan numerik siswa. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan intervensi psikopedagogis yang terencana untuk membantu menurunkan tingkat kecemasan matematika sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di Indonesia.