Pembelajaran Matematika di sekolah dasar selama ini masih sering berpusat pada penghafalan rumus dan penyelesaian soal rutin, sehingga peserta didik kurang memiliki pemahaman yang mendalam dan bermakna. Melalui penerapan pendekatan deep learning, pembelajaran diarahkan untuk membangun pemahaman konsep yang utuh, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan memecahkan masalah yang relevan dengan kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk upaya, dukungan sekolah, serta dampak yang ditimbulkan dari penerapan pendekatan deep learning dalam pembelajaran matematika. Teori yang digunakan sebagai landasan berpikir adalah teori konstruktivistik dari Vygotsky dan teori behavioristik dari Edward Lee Thondike. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriftif kualitatif dengan metode pengumpulan data yang terkumpul dianalisis menggunakan tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendekatan deep learning dilakukan guru melalui perencanaan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman konsep, penggunaan metode pembelajaran aktif dan kontekstual, pemanfaatan alat peraga nyata, penciptaan suasana kelas yang aman dan nyaman, serta penilaian yang menekankan pada proses dan pemahaman. Upaya guru dan sekolah mendukung pelaksanaan tersebut melalui penyediaan sarana prasarana lengkap, pengembangan kompetensi pendidik, menyiapan modul ajar yang sesuai dengan sintaksnya, metode belajar yang relevan, memanfaatkan media pembelajaran, serta pembinaan berkelanjutan. Adapun dampak yang terjadi adalah peserta didik memiliki pemahaman matematika yang kuat dan dapat diterapkan dalam kehidupan, peningkatan pemahaman serta keaktifan belajar, dan tercapainya hasil belajar akademik yang optimal. Implementasi pendekatan ini sangat efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika