Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh attachment avoidant dan strategi resolusi konflik terhadap kepuasan hubungan romantis pada individu dewasa awal berusia 18–29 tahun. Masa dewasa awal merupakan fase penting dalam pembentukan hubungan romantis yang sehat dan memuaskan, namun keberadaan konflik dan gaya kelekatan yang tidak aman, seperti attachment avoidant, dapat memengaruhi dinamika hubungan tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas, melibatkan 350 responden yang sedang atau pernah menjalani hubungan romantis. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Relationship Assessment Scale (RAS), Experiences in Close Relationships Questionnaire-Revised (ECR-R), dan Conflict Resolution Styles Inventory (CRSI). Analisis data mencakup uji normalitas, linearitas, regresi berganda, dan kategorisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa attachment avoidant tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan hubungan romantis, sedangkan strategi resolusi konflik berpengaruh signifikan dan negatif terhadap kepuasan hubungan romantis. Secara simultan, attachment avoidant dan strategi resolusi konflik berpengaruh signifikan terhadap kepuasan hubungan romantis dengan kontribusi sebesar 64,1%. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan strategi resolusi konflik yang kurang adaptif, seperti menghindari konflik, akan menurunkan tingkat kepuasan dalam hubungan romantis. Temuan ini menegaskan pentingnya kemampuan pasangan dalam menerapkan strategi penyelesaian konflik yang konstruktif untuk meningkatkan kualitas dan kepuasan hubungan romantis pada masa dewasa awal.