Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kerugian finansial serta merumuskan strategi penyelamatan Perumda Giri Tirta Kabupaten Gresik melalui integrasi analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT) dan Balanced Scorecard (BSC) dalam perspektif manajemen strategi sektor publik. Perumda Giri Tirta sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) penyedia layanan air minum menghadapi permasalahan serius berupa kerugian finansial, peningkatan utang, tingginya tingkat kehilangan air, serta rendahnya efektivitas tata kelola organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus melalui analisis data sekunder yang berasal dari dokumen pemerintah, regulasi, laporan kelembagaan, dan sumber informasi publik terkait kinerja Perumda Giri Tirta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi strategis Perumda Giri Tirta berada pada kondisi Weakness-Opportunity (Kuadran III SWOT), yaitu memiliki peluang pengembangan yang besar namun masih dibatasi oleh kelemahan internal. Analisis Balanced Scorecard menunjukkan kinerja yang belum optimal pada empat perspektif, yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Faktor utama penyebab krisis meliputi ketidakseimbangan tarif dengan biaya produksi, tingginya Non-Revenue Water (NRW), beban kontrak penyediaan air baku, serta lemahnya tata kelola. Integrasi SWOT-BSC menghasilkan rekomendasi strategis berupa penyesuaian tarif bertahap, restrukturisasi utang, pengurangan NRW, penguatan pelayanan pelanggan, perbaikan infrastruktur, serta peningkatan Good Corporate Governance. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan manajemen strategi sektor publik melalui penerapan SWOT-BSC sebagai pendekatan diagnosis dan perumusan strategi penyelamatan BUMD.