Stefanus Sujatmoko
Sekolah Tinggi Teologi Cianjur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ketahanan Spiritual dalam Pelayanan Pastoral Berdasarkan 2 Korintus 4:7–15: Model Teologis bagi Gembala Sidang Stefanus Sujatmoko
HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 11, No 1 (2026): Teologi dan Kepemimpinan Kristen - Juni 2026
Publisher : STTI Harvest Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52104/harvester.v11i1.466

Abstract

This study aims to examine the concept of Paul’s militancy based on 2 Corinthians 4:7–15 and its implications for contemporary pastoral ministry. This research is motivated by the increasing complexity of pastoral challenges, including psychological pressure, congregational conflicts, ministry burnout, and social pressures that affect the spiritual resilience of church leaders. The study employs a qualitative method using a theological and biblical analysis approach to the text of 2 Corinthians 4:7–15. The findings reveal that Paul’s militancy should not be understood as radicalism or violence, but rather as steadfast faith, courage, commitment, and spiritual endurance in carrying out God’s calling amid suffering. Paul’s militancy is reflected through total dependence on God, resilience in facing pressure, perseverance in difficult circumstances, confidence in God’s presence, willingness to sacrifice for the Gospel, orientation toward God’s glory, and strong eschatological hope. Furthermore, this study finds that Paul’s militancy has significant relevance for contemporary pastoral ministry, particularly in developing pastoral leadership that is resilient, faithful, and steadfast amid the dynamics of modern church ministry. Therefore, Paul’s militancy in 2 Corinthians 4:7–15 can serve as a theological and pastoral model for church leaders in carrying out Christ-centered ministry oriented toward the glory of God. AbstrakPenelitian ini bertujuan mengkaji konsep militansi Paulus berdasarkan 2 Korintus 4:7–15 serta implikasinya bagi pelayanan gembala sidang masa kini. Kajian ini dilatarbelakangi oleh semakin kompleksnya tantangan pelayanan pastoral, seperti tekanan psikologis, konflik jemaat, kejenuhan pelayanan, serta tekanan sosial yang memengaruhi ketahanan rohani para pelayan Tuhan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi teologis dan analisis biblika terhadap teks 2 Korintus 4:7–15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa militansi Paulus tidak dipahami sebagai tindakan radikal atau kekerasan, melainkan sebagai keteguhan iman, keberanian, kesetiaan, dan ketahanan rohani dalam menjalankan panggilan pelayanan di tengah penderitaan. Militansi Paulus tercermin melalui ketergantungan penuh kepada Allah, ketahanan menghadapi tekanan, sikap tidak mudah putus asa, keyakinan akan penyertaan Allah, kesediaan berkorban demi Injil, orientasi hidup bagi kemuliaan Allah, serta pengharapan eskatologis yang kuat. Kajian ini juga menemukan bahwa militansi Paulus memiliki relevansi yang signifikan bagi pelayanan gembala sidang masa kini, khususnya dalam membangun kepemimpinan pastoral yang tangguh, setia, dan berdaya tahan di tengah dinamika pelayanan gereja modern. Dengan demikian, militansi Paulus dalam 2 Korintus 4:7–15 dapat menjadi model teologis dan pastoral bagi para pemimpin gereja dalam menjalankan pelayanan yang berpusat kepada Kristus dan berorientasi pada kemuliaan Allah.
Analisis Hubungan antara Panggilan Gembala dan Kesetiaan dalam Pelayanan Jemaat Stefanus Sujatmoko
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 8, No 2 (2026): Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) - Agustus 2026 - This is
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v8i2.509

Abstract

Study aims to analyze the relationship between the pastoral calling and faithfulness in congregational ministry. The pastoral calling is a divine mandate given by God to certain individuals to lead, guide, and shepherd His people, while faithfulness in ministry reflects integrity and commitment in carrying out that calling. The research method employed is a qualitative approach with a descriptive design, utilizing literature review, observation, and interviews. The results of the study indicate that there is a close relationship between the understanding of the pastoral calling and the level of faithfulness in ministry. Pastors who possess a strong conviction of their calling tend to demonstrate high commitment, resilience in facing challenges, and consistency in serving the congregation. Conversely, a weak understanding of calling leads to a decline in faithfulness in ministry. This study emphasizes the importance of theological understanding and spiritual experience in fostering faithfulness in pastoral ministry.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara panggilan gembala dan kesetiaan dalam pelayanan jemaat. Hal ini menjadi penting karena dalam praktik pelayanan masa kini, berbagai tantangan seperti tekanan pelayanan, konflik internal jemaat, tuntutan kehidupan ekonomi, dan perubahan sosial dapat memengaruhi komitmen serta kesetiaan seorang gembala dalam menjalankan tugas pelayanannya. Panggilan gembala merupakan mandat ilahi yang diberikan oleh Allah kepada individu tertentu untuk memimpin, membimbing, dan memelihara jemaat-Nya, sedangkan kesetiaan melayani merupakan wujud integritas dan komitmen dalam menjalankan panggilan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara pemahaman panggilan gembala dengan tingkat kesetiaan dalam pelayanan. Gembala yang memiliki keyakinan kuat terhadap panggilannya cenderung menunjukkan komitmen yang tinggi, ketahanan dalam menghadapi tantangan, serta konsistensi dalam melayani jemaat. Sebaliknya, lemahnya pemahaman panggilan berdampak pada menurunnya kesetiaan dalam pelayanan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman teologis dan pengalaman spiritual dalam membangun kesetiaan pelayanan pastoral.