Study aims to analyze the relationship between the pastoral calling and faithfulness in congregational ministry. The pastoral calling is a divine mandate given by God to certain individuals to lead, guide, and shepherd His people, while faithfulness in ministry reflects integrity and commitment in carrying out that calling. The research method employed is a qualitative approach with a descriptive design, utilizing literature review, observation, and interviews. The results of the study indicate that there is a close relationship between the understanding of the pastoral calling and the level of faithfulness in ministry. Pastors who possess a strong conviction of their calling tend to demonstrate high commitment, resilience in facing challenges, and consistency in serving the congregation. Conversely, a weak understanding of calling leads to a decline in faithfulness in ministry. This study emphasizes the importance of theological understanding and spiritual experience in fostering faithfulness in pastoral ministry.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara panggilan gembala dan kesetiaan dalam pelayanan jemaat. Hal ini menjadi penting karena dalam praktik pelayanan masa kini, berbagai tantangan seperti tekanan pelayanan, konflik internal jemaat, tuntutan kehidupan ekonomi, dan perubahan sosial dapat memengaruhi komitmen serta kesetiaan seorang gembala dalam menjalankan tugas pelayanannya. Panggilan gembala merupakan mandat ilahi yang diberikan oleh Allah kepada individu tertentu untuk memimpin, membimbing, dan memelihara jemaat-Nya, sedangkan kesetiaan melayani merupakan wujud integritas dan komitmen dalam menjalankan panggilan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara pemahaman panggilan gembala dengan tingkat kesetiaan dalam pelayanan. Gembala yang memiliki keyakinan kuat terhadap panggilannya cenderung menunjukkan komitmen yang tinggi, ketahanan dalam menghadapi tantangan, serta konsistensi dalam melayani jemaat. Sebaliknya, lemahnya pemahaman panggilan berdampak pada menurunnya kesetiaan dalam pelayanan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman teologis dan pengalaman spiritual dalam membangun kesetiaan pelayanan pastoral.
Copyrights © 2026