Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mapping Frame Building and Social Exclusion in Media Narratives of Stunting in Semarang Alvin Pasza Bagaskara; Nadia Yovani
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8292

Abstract

Transformasi indikator stunting menjadi instrumen legitimasi politik telah menciptakan fenomena policy spectacle di Indonesia, di mana keberhasilan statistik sering kali diprioritaskan di atas realitas struktural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana narasi media daring di Kota Semarang mengonstruksi wacana keberhasilan melalui praktik frame building yang secara sistematis mengaburkan anomali data dan eksklusi sosial. Menggunakan metode analisis framing kualitatif, penelitian ini membedah konten media daring periode 2021–2025 untuk mengungkap mekanika representasi diskursif pemerintah. Temuan menunjukkan adanya asimetri kebijakan yang tajam, di mana alokasi anggaran kehumasan sebesar Rp18,19 miliar digunakan untuk memobilisasi narasi sukses tunggal di tengah diskrepansi data yang nyata. Meskipun klaim administratif lokal menunjukkan prevalensi sebesar 1,06%, data nasional mencatat angka yang jauh lebih tinggi disertai temuan kasus gizi buruk parah (severe wasting). Analisis mengungkap bahwa pembingkaian media secara konsisten mereduksi persoalan stunting menjadi sekadar kegagalan individu dan defisit klinis, sehingga memisahkan isu malnutrisi dari akar kemiskinan struktural. Proses pemolesan data ini memicu eksklusi sosial dengan meminggirkan pengalaman kelompok rentan dari ruang publik serta memperkuat fenomena elite capture dalam inovasi digital yang membatasi partisipasi warga hanya sebagai objek intervensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekayasa wacana demi pengejaran legitimasi telah membungkam ketimpangan struktural, sehingga menuntut tata kelola kesehatan publik yang lebih transparan dan partisipatif.