Hannafirsta Seroja Mujapasa
Universitas Islam Batang Hari

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengelolaan Lingkungan Belajar Sentra Persiapan dalam Meningkatkan Aspek Bahasa Anak Usia Dini Nur Hayati; Jamilah; Hannafirsta Seroja Mujapasa
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8354

Abstract

Lingkungan belajar merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung perkembangan bahasa anak usia dini. Pengelolaan lingkungan belajar sentra persiapan yang tepat dapat memberikan stimulasi yang optimal terhadap kemampuan bahasa anak, meliputi kemampuan menyimak, berbicara, serta kemampuan keaksaraan awal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan lingkungan belajar sentra persiapan dalam meningkatkan aspek bahasa anak usia dini di TK Pertiwi II Desa Gading Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian melibatkan kepala sekolah, guru, dan anak didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menerapkan triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan belajar sentra persiapan dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan meliputi penyusunan kegiatan pembelajaran, pengorganisasian alat permainan edukatif, serta penataan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan bahasa anak. Tahap pelaksanaan berfokus pada pemberian stimulasi bahasa melalui aktivitas komunikasi, pengenalan huruf, membaca gambar, dan pengembangan kosakata anak. Tahap evaluasi dilakukan melalui pengamatan secara berkelanjutan terhadap perkembangan bahasa anak. Dengan demikian, pengelolaan lingkungan belajar sentra persiapan yang efektif memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan aspek bahasa anak usia dini.
Pengembangan Media Kartu Kata Bergambar dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Usia 5–6 Tahun Elly; Jamilah; Hannafirsta Seroja Mujapasa
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8355

Abstract

Kemampuan membaca permulaan merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan bahasa yang perlu distimulasi sejak usia dini sebagai dasar bagi anak dalam memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Pengenalan keterampilan membaca pada anak usia 5–6 tahun perlu dilakukan melalui kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dengan memanfaatkan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik serta tahapan perkembangan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media kartu kata bergambar yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak usia 5–6 tahun di TK Melati Desa Barang, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian melibatkan ahli media, ahli materi, guru kelas, serta anak usia 5–6 tahun sebagai pengguna media yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media kartu kata bergambar yang dikembangkan memiliki karakteristik desain yang sesuai, tampilan visual yang menarik, serta sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini. Media tersebut dinyatakan valid oleh para ahli, praktis untuk digunakan oleh guru, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak. Penggunaan kartu kata bergambar membantu anak dalam mengenal huruf, menghubungkan kata dengan gambar, meningkatkan penguasaan kosakata, serta meningkatkan minat dan partisipasi anak dalam kegiatan membaca. Dengan demikian, media kartu kata bergambar dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang inovatif untuk mendukung peningkatan kemampuan membaca permulaan pada anak usia 5–6 tahun
Implementasi Metode Storytelling (Bercerita) Menggunakan BonekaTangan untuk Meningkatkan Kosa Kata Kasiyati; Jamilah; Hannafirsta Seroja Mujapasa
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8356

Abstract

Perkembangan kosa kata merupakan salah satu aspek mendasar dalam perkembangan bahasa anak usia dini yang mendukung kemampuan anak dalam berkomunikasi, menyampaikan gagasan, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Namun, stimulasi kosa kata memerlukan metode pembelajaran yang tepat, menarik, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Metode storytelling (bercerita) menggunakan boneka tangan merupakan salah satu metode pembelajaran interaktif yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan serta mendorong anak untuk aktif dalam kegiatan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode storytelling (bercerita) menggunakan boneka tangan dalam meningkatkan kosa kata anak di TK Pertiwi VIII E, Jalan Lawu, Desa Suka Jaya, Kecamatan Rimbo Ulu, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas, dan anak didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh hasil penelitian yang akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode storytelling menggunakan boneka tangan dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, anak menunjukkan peningkatan antusiasme, keberanian dalam mengungkapkan pendapat, serta kemampuan dalam memahami dan menggunakan kosa kata baru. Penggunaan boneka tangan mampu menarik perhatian anak, menciptakan interaksi dua arah antara guru dan anak, serta membantu anak mengingat kosa kata baru melalui pengalaman bercerita yang bermakna. Dengan demikian, implementasi metode storytelling menggunakan boneka tangan dapat menjadi salah satu strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan perkembangan kosa kata anak usia dini