Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PERAN GURU DALAM MEMBANGUN KARAKTER ANAK USIA DINI ERA MODERN DI TAMAN KANAK-KANAK NEGERI 15 MENDALO DARAT KABUPATEN MUARO JAMBI PROVINSI JAMBI Nazila; Jamilah; Sapriya Utami
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11838

Abstract

This thesis discusses the role of teachers in building the character of early childhood. This research was conducted at State Kindergarten 15 Mendalo Darat, Muaro Jambi Regency, Jambi Province. The purpose of this study was to determine how teachers build the character of early childhood, how to overcome obstacles in building the character of early childhood and what are the obstacles in building the character of early childhood. This research is a qualitative study, data collection was carried out by means of observation, interviews, and documentation to determine the role of teachers in building the character of early childhood. The results of the study showed that the role of teachers in building the character of early childhood in the modern era at State Kindergarten 15 Mendalo Darat, Muaro Jambi Regency, Jambi Province is as follows: First, teachers as informants, namely teachers can be a source of information in working together with friends. Second, teachers as motivators, namely teachers can motivate children to share with their friends. Third, teachers as initiators, namely teachers can teach in giving and answering greetings well. Fourth, teachers as facilitators, namely teachers create a pleasant learning atmosphere and make children obey the rules of the game. Fifth, teachers as evaluators, namely teachers give awards in learning.
PERAN KADER POS PELAYANAN TERPADU (POSYANDU) DALAM PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK USIA DINI DESA TELUK SIKUMBANG KECAMATAN MUARA SIAU KABUPATEN Aminatu Zulfa; Jamilah; Amrindono
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11842

Abstract

The purpose of this study is to examine the role of Posyandu cadres in the prevention of stunting among early childhood in Teluk Sikumbang Village. This research employs a qualitative descriptive approach. The objectives of the study include: (1) to understand how Posyandu cadres contribute to stunting prevention among early childhood in Teluk Sikumbang Village, (2) to identify the challenges faced by Posyandu cadres in addressing stunting at the Posyandu, and (3) to determine the efforts made by Posyandu cadres in preventing and managing stunting at the Posyandu. The results of the study indicate that: (1) the role of Posyandu cadres is demonstrated through monitoring child growth, providing supplementary food, delivering nutrition education, reminding parents of Posyandu schedules and immunization, and collaborating with the village midwife to support optimal child development; (2) several challenges exist in the implementation of stunting prevention and management programs, including limited operational funds for Posyandu, inadequate supporting facilities, and low participation of some parents; and (3) the village midwife and Posyandu cadres have undertaken various efforts, such as raising awareness about the dangers of stunting to parents, providing nutrition education for pregnant and breastfeeding mothers, supplying supplementary food, promoting exclusive breastfeeding, administering complete immunizations, preventing and managing diarrhea, as well as reinforcing clean living habits and proper use of clean water in the community.
Representing Social Actors in FIFA World Cup Qatar 2022 Controversies Hannafirsta Seroja Mujapasa; Jamilah
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6509

Abstract

Piala Dunia FIFA Qatar 2022 menimbulkan kontroversi global terkait hak pekerja migran dan representasi LGBTQ+ yang menarik perhatian media internasional secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana aktor sosial direpresentasikan dalam pemberitaan kontroversi Piala Dunia FIFA Qatar 2022 oleh The Guardian, Al Jazeera, dan The Jakarta Post. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Critical Discourse Analysis dan teori representasi aktor sosial Theo van Leeuwen. Data penelitian berupa enam belas artikel berita daring yang dipublikasikan selama Piala Dunia FIFA Qatar 2022 berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga media menggunakan strategi eksklusi dan inklusi dalam merepresentasikan aktor sosial. The Guardian cenderung merepresentasikan FIFA dan Qatar secara kritis melalui isu hak asasi manusia dan diskriminasi. Al Jazeera cenderung mengurangi kritik terhadap Qatar melalui strategi suppression dan konstruksi pasif, sedangkan The Jakarta Post menampilkan representasi yang relatif seimbang. Strategi activation menjadi strategi inklusi yang paling dominan pada ketiga media. Penelitian ini menyimpulkan bahwa wacana media bersifat ideologis dan berpengaruh terhadap pembentukan persepsi publik terhadap isu internasional kontroversial
Muhadaroh as Pesantren-Based Oral Da'wah Communication: Developing Students' Public Speaking, Religious Language, and Digital Media Readiness Sakira Maulana Amin; Jamilah
Language, Technology, and Social Media Vol. 4 No. 2 (2026): April–June 2026
Publisher : WISE Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70211/ltsm.3026-7196.481

Abstract

This study examines muhadaroh as pesantren-based oral da'wah communication training for developing students' public speaking, religious language use, and digital media readiness. Although practiced in a face-to-face setting, muhadaroh is relevant to the intersection of language, communication, and digital da'wah because students must construct Islamic messages ethically and contextually for physical and mediated audiences. This qualitative descriptive study with a phenomenological orientation was conducted at Mafatihul Huda Islamic Boarding School, West Tanjung Jabung Barat. Data were gathered through observation, semi-structured interviews with the pesantren head, instructor, and participating students, and documentation, then analyzed through reduction, thematic display, conclusion drawing, and triangulation. Findings show that muhadaroh is implemented through MC practice, Qur'anic recitation, sholawat, berzanji or nadzom, speech delivery, evaluation, and closing prayer. The activity strengthens speech organization, vocal delivery, confidence, audience awareness, Islamic message construction, and communicative identity. Its implementation is supported by mentoring, regulation, and a conducive environment, but constrained by low interest, limited audio facilities, anxiety, and timing. The study contributes a contextual model for linking pesantren oral communication pedagogy with future digital da'wah literacy.
Pengelolaan Lingkungan Belajar Sentra Persiapan dalam Meningkatkan Aspek Bahasa Anak Usia Dini Nur Hayati; Jamilah; Hannafirsta Seroja Mujapasa
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8354

Abstract

Lingkungan belajar merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung perkembangan bahasa anak usia dini. Pengelolaan lingkungan belajar sentra persiapan yang tepat dapat memberikan stimulasi yang optimal terhadap kemampuan bahasa anak, meliputi kemampuan menyimak, berbicara, serta kemampuan keaksaraan awal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan lingkungan belajar sentra persiapan dalam meningkatkan aspek bahasa anak usia dini di TK Pertiwi II Desa Gading Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian melibatkan kepala sekolah, guru, dan anak didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menerapkan triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan belajar sentra persiapan dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan meliputi penyusunan kegiatan pembelajaran, pengorganisasian alat permainan edukatif, serta penataan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan bahasa anak. Tahap pelaksanaan berfokus pada pemberian stimulasi bahasa melalui aktivitas komunikasi, pengenalan huruf, membaca gambar, dan pengembangan kosakata anak. Tahap evaluasi dilakukan melalui pengamatan secara berkelanjutan terhadap perkembangan bahasa anak. Dengan demikian, pengelolaan lingkungan belajar sentra persiapan yang efektif memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan aspek bahasa anak usia dini.
Pengembangan Media Kartu Kata Bergambar dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Usia 5–6 Tahun Elly; Jamilah; Hannafirsta Seroja Mujapasa
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8355

Abstract

Kemampuan membaca permulaan merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan bahasa yang perlu distimulasi sejak usia dini sebagai dasar bagi anak dalam memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Pengenalan keterampilan membaca pada anak usia 5–6 tahun perlu dilakukan melalui kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dengan memanfaatkan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik serta tahapan perkembangan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media kartu kata bergambar yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak usia 5–6 tahun di TK Melati Desa Barang, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian melibatkan ahli media, ahli materi, guru kelas, serta anak usia 5–6 tahun sebagai pengguna media yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media kartu kata bergambar yang dikembangkan memiliki karakteristik desain yang sesuai, tampilan visual yang menarik, serta sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini. Media tersebut dinyatakan valid oleh para ahli, praktis untuk digunakan oleh guru, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak. Penggunaan kartu kata bergambar membantu anak dalam mengenal huruf, menghubungkan kata dengan gambar, meningkatkan penguasaan kosakata, serta meningkatkan minat dan partisipasi anak dalam kegiatan membaca. Dengan demikian, media kartu kata bergambar dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang inovatif untuk mendukung peningkatan kemampuan membaca permulaan pada anak usia 5–6 tahun
Implementasi Metode Storytelling (Bercerita) Menggunakan BonekaTangan untuk Meningkatkan Kosa Kata Kasiyati; Jamilah; Hannafirsta Seroja Mujapasa
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8356

Abstract

Perkembangan kosa kata merupakan salah satu aspek mendasar dalam perkembangan bahasa anak usia dini yang mendukung kemampuan anak dalam berkomunikasi, menyampaikan gagasan, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Namun, stimulasi kosa kata memerlukan metode pembelajaran yang tepat, menarik, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Metode storytelling (bercerita) menggunakan boneka tangan merupakan salah satu metode pembelajaran interaktif yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan serta mendorong anak untuk aktif dalam kegiatan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode storytelling (bercerita) menggunakan boneka tangan dalam meningkatkan kosa kata anak di TK Pertiwi VIII E, Jalan Lawu, Desa Suka Jaya, Kecamatan Rimbo Ulu, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas, dan anak didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh hasil penelitian yang akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode storytelling menggunakan boneka tangan dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, anak menunjukkan peningkatan antusiasme, keberanian dalam mengungkapkan pendapat, serta kemampuan dalam memahami dan menggunakan kosa kata baru. Penggunaan boneka tangan mampu menarik perhatian anak, menciptakan interaksi dua arah antara guru dan anak, serta membantu anak mengingat kosa kata baru melalui pengalaman bercerita yang bermakna. Dengan demikian, implementasi metode storytelling menggunakan boneka tangan dapat menjadi salah satu strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan perkembangan kosa kata anak usia dini
Structured Teacher–Child Questioning for Oral Language Participation in Rural Indonesian Early Childhood Education: Baseline Findings and an Action-Research Protocol Nuzul Fania; Jamilah; Fiqi Nurmanda Sari; Husin
Women, Education, and Social Welfare Vol. 3 No. 3 (2026): July - September 2026 | Women, Education, and Social Welfare
Publisher : WISE Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70211/wesw.3064-2469.658

Abstract

Oral language is central to young children’s participation, learning, and later educational opportunity. This study reports the baseline stage of a planned classroom action research project examining structured teacher–child questioning in a rural Indonesian early childhood education and care (ECEC) center. Aggregate baseline records for 15 children aged 5–6 years were analyzed descriptively. Seven children (46.7%) were classified as Not Yet Developing, six (40.0%) as Emerging, two (13.3%) as Developing as Expected, and none as Very Well Developed in the center’s existing language-development framework. Eight children were reported to experience participation barriers, including delayed responses to educator questions (n = 5), unclear speech articulation (n = 2), and limited spontaneous verbal initiation (n = 1). The manuscript translates these findings into a two-cycle questioning protocol that prioritizes open prompts, wait time, contingent expansion, peer uptake, and brief observation records. The contribution is an equity-oriented framework for widening oral-language participation in rural ECEC, rather than a claim of intervention efficacy. Because no Cycle I or Cycle II outcome data were available in the source records, causal improvement is not inferred. Future implementation should report child-level, de-identified trajectories, intervention fidelity, and safeguarding procedures.
Teacher Strategies in Building Student Engagement through Interactive and Contextual Methods in Islamic Religious Education at SMP Negeri 6 Batang Hari Riski Ridwansah; Jamilah
Journal of Educational Studies Vol. 3 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/jes.v3i3.4042

Abstract

This qualitative descriptive study examined the strategies employed by an Islamic Religious Education (PAI) teacher in building student engagement through interactive and contextual learning methods at SMP Negeri 6 Batang Hari. Data were collected through classroom observation, interviews with the teacher, the principal, and students, and analysis of lesson plans and teaching documentation, then analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings show that the teacher applied student-centered lesson planning, interactive techniques such as discussion, cooperative grouping, question-and-answer sessions, and educational games, alongside a contextual approach that linked material to students' daily experiences in honesty, charity, and social behavior. Instructional media, positive motivation, and appreciation for student opinions further strengthened participation and classroom confidence. Obstacles included unequal academic ability, low self-confidence among some students, limited time, phone-related distraction, and restricted technological facilities, which the teacher addressed through differentiation, individual mentoring, and heterogeneous grouping. The study concludes that combining interactive and contextual strategies effectively enhances student engagement while supporting the internalization of Islamic values in daily conduct.