Krisis peradaban modern ditandai oleh berkembangnya degradasi moral, krisis spiritual, individualisme, konsumerisme, ketimpangan sosial, serta kerusakan lingkungan sebagai konsekuensi dari paradigma modern yang cenderung berorientasi pada rasionalitas instrumental dan kemajuan material. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi belum sepenuhnya diimbangi dengan penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan etika. Artikel ini bertujuan menganalisis hakikat krisis peradaban modern serta mengkaji kontribusi filsafat pendidikan Islam sebagai paradigma alternatif dalam membangun pendidikan yang mampu menjawab tantangan modernitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui analisis terhadap berbagai literatur yang relevan, meliputi Al-Qur'an, Hadis, buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen akademik. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis dengan pendekatan deskriptif-kritis untuk mengidentifikasi hubungan antara krisis peradaban modern dan prinsip-prinsip filsafat pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar krisis peradaban modern terletak pada terpisahnya ilmu pengetahuan dari nilai-nilai wahyu, hilangnya adab, serta bergesernya tujuan pendidikan menjadi berorientasi pragmatis. Filsafat pendidikan Islam menawarkan solusi melalui penguatan paradigma tauhid, integrasi ilmu, pembentukan adab, serta pengembangan konsep insān kāmil sebagai tujuan pendidikan. Paradigma tersebut memberikan dasar bagi rekonstruksi sistem pendidikan yang tidak hanya menghasilkan manusia yang unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral, kedewasaan spiritual, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan peradaban. Dengan demikian, filsafat pendidikan Islam memiliki relevansi yang kuat sebagai landasan konseptual dalam membangun pendidikan yang humanis, berkeadaban, dan berkelanjutan di tengah dinamika peradaban modern.