Ergonomi merupakan ilmu yang mempelajari kesesuaian antara manusia, pekerjaan, dan lingkungan kerja guna meningkatkan kenyamanan, keselamatan, serta produktivitas kerja. Pada proses perakitan (assembly box) di PT XYZ Bekasi, operator melakukan aktivitas kerja secara manual dengan posisi berdiri, membungkuk, menjangkau, menekan, menjepit, dan memasang komponen secara berulang yang berpotensi menimbulkan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat keluhan MSDs dan menganalisis risiko postur kerja operator pada proses perakitan assembly box. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik sampling jenuh terhadap 14 operator produksi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta penyebaran kuesioner Nordic Body Map (NBM). Analisis risiko postur kerja dilakukan menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA), sedangkan identifikasi akar penyebab dilakukan menggunakan fishbone diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai total NBM sebesar 82 yang termasuk kategori risiko tinggi dengan keluhan dominan pada bahu, punggung, pinggang, lengan, pergelangan tangan, dan kaki. Hasil analisis REBA menunjukkan skor 5 yang termasuk kategori risiko sedang sehingga memerlukan investigasi lebih lanjut dan perbaikan dalam waktu dekat. Faktor penyebab utama berasal dari operator, metode kerja, alat kerja, material, lingkungan kerja, dan pengaturan kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas perakitan assembly box memiliki risiko ergonomi yang memerlukan perbaikan untuk mengurangi potensi MSDs dan meningkatkan kenyamanan kerja operator