Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Academic Resilience dan Digital Distraction Tolerance terhadap Self-Regulated Learning Mahasiswa Fahra Aulia; Fawziah Zahrawati B; Jumaisa
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8815

Abstract

Pesatnya perkembangan lingkungan pembelajaran digital memunculkan permasalahan dalam pendidikan tinggi, di mana mahasiswa mengalami kesulitan dalam mempertahankan self-regulated learning akibat tekanan akademik dan meningkatnya gangguan digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh academic resilience dan digital distraction tolerance terhadap self-regulated learning mahasiswa, baik secara parsial maupun simultan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif ex post facto dengan sampel 104 mahasiswa Prodi Tadris IPS IAIN Parepare yang dipilih melalui proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert 72 item dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dan berganda melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa academic resilience berpengaruh positif dan signifikan terhadap self-regulated learning. Selain itu, digital distraction tolerance memberikan pengaruh yang lebih kuat dibandingkan academic resilience. Secara simultan, kedua variabel mampu menjelaskan 77,6% variasi self-regulated learning mahasiswa. Temuan ini mengimplikasikan bahwa penguatan resiliensi psikologis dan kemampuan kontrol terhadap distraksi digital sangat penting dalam meningkatkan kemandirian belajar. Novelty penelitian ini terletak pada integrasi faktor internal psikologis dan kontrol perilaku digital dalam satu model penjelasan self-regulated learning pada konteks pendidikan tinggi.
Enhancing Students’ Social Intelligence through Tudang Sipulung Learning Model Fawziah Zahrawati B; Jumaisa; Ease Arent; Andi Aras
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v7i2.22361

Abstract

Social intelligence is essential for students to engage effectively in collaborative and culturally responsive learning. This study aims to examine the effectiveness of the Tudang Sipulung learning model enhancing the social intelligence of students in the Social Studies Education Program at IAIN Parepare. Using a quasi-experimental method with a one-group pretest–posttest design, the study involved a single group of students as participants. Data were collected through a social intelligence test covering three main dimensions: social information processing, social awareness, and social skills. The data was analyzed using a paired sample t-test. The findings revealed a significant increase in students’ social intelligence after the implementation of the Tudang Sipulung learning model (p < 0.05), with the most notable improvements observed in collaborative and empathetic abilities that reflect Bugis cultural values such as siri’, pacce, and sipakatau. Practically, the results indicate that the Tudang Sipulung learning model serves as an effective pedagogical strategy to foster social intelligence and strengthen collaborative interactions grounded in local wisdom. Theoretically, this study reinforces Vygotsky’s social constructivist theory, emphasizing the role of social interaction in knowledge construction, while expanding the theoretical framework of local wisdom-based learning as a contextual approach in higher education.