Literasi membaca merupakan kemampuan dasar yang menentukan keberhasilan peserta didik dalam memahami informasi, mengikuti pembelajaran, dan mengembangkan penalaran. Perbedaan kebutuhan literasi antarkelas serta keragaman kemampuan peserta didik dalam membaca dan memahami teks menjadi dasar pelaksanaan pendampingan literasi berjenjang di SDK Kantar, Kabupaten Manggarai Timur. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan dan capaian pendampingan literasi berjenjang berbasis bacaan kontekstual. Kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif oleh dosen, mahasiswa, dan guru pada 22 Juli 2026 dengan melibatkan 77 peserta didik kelas I–VI. Pendampingan dikelompokkan menjadi tiga tingkatan, yaitu literasi dasar bagi kelas I–II, literasi pemahaman bagi kelas III–IV, serta literasi kritis-fungsional bagi kelas V–VI. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi dan pemetaan kebutuhan, penyusunan bahan bacaan dan lembar kerja, pembekalan mahasiswa, pendampingan dalam kelompok kecil, serta evaluasi. Hasil evaluasi akhir menunjukkan bahwa 24 dari 30 peserta didik kelas I–II mencapai indikator literasi dasar, 19 dari 22 peserta didik kelas III–IV mencapai indikator literasi pemahaman, dan 23 dari 25 peserta didik kelas V–VI mencapai indikator literasi kritis-fungsional. Secara keseluruhan, 66 dari 77 peserta didik atau 85,7% mencapai indikator yang ditetapkan untuk kelompoknya. Penggunaan bacaan yang dekat dengan kehidupan peserta didik mendukung keterlibatan, keberanian membaca, kemampuan menemukan informasi, serta penyampaian tanggapan berdasarkan teks. Kolaborasi dosen, mahasiswa, dan guru memungkinkan pemberian bantuan yang lebih responsif terhadap kebutuhan literasi peserta didik. Keberlanjutan program memerlukan pembiasaan membaca, penyediaan bacaan bertingkat, serta penguatan kemampuan guru dalam merancang aktivitas literasi literal, inferensial, dan kritis.