Suci Zuriati
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Psikologi Komunikasi dalam Buku “Broken Strings: Kepingan Masa Muda Yang Patah” Berdasarkan Studi Analisis Semiotika Roland Barthes Suci Zuriati; Zuhriah
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi psikologi komunikasi dalam buku “Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah” karya Aurelie Moeremans menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif yang berfokus pada analisis makna denotasi, konotasi, dan mitos yang terkandung dalam narasi, dialog, serta pengalaman tokoh utama. Data penelitian diperoleh melalui studi pustaka dan dokumentasi terhadap isi buku, kemudian dianalisis berdasarkan kategori psikologi komunikasi yang meliputi trauma psikologis, komunikasi intrapersonal, manipulasi emosional, relasi kuasa dalam hubungan romantis, pengaruh komunikasi keluarga, serta proses pemulihan dan pembentukan identitas diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trauma psikologis yang dialami tokoh utama membentuk komunikasi intrapersonal yang dipenuhi ketakutan, keraguan diri, dan rendahnya kepercayaan diri. Selain itu, ditemukan adanya praktik manipulasi emosional dan relasi kuasa dalam hubungan romantis yang direpresentasikan melalui berbagai bentuk komunikasi yang tampak positif namun mengandung unsur dominasi dan kontrol psikologis. Penelitian juga menemukan bahwa pola komunikasi keluarga yang berbasis ancaman dan ketakutan berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian tokoh. Pada bagian akhir cerita, proses pemulihan ditunjukkan melalui kesadaran diri, penerimaan terhadap pengalaman traumatis, serta keberanian membangun identitas baru yang lebih sehat. Penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi memiliki peran penting dalam membentuk kondisi psikologis individu dan dapat menjadi sarana pemulihan serta penguatan identitas diri.