Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi psikologi komunikasi dalam buku “Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah” karya Aurelie Moeremans menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif yang berfokus pada analisis makna denotasi, konotasi, dan mitos yang terkandung dalam narasi, dialog, serta pengalaman tokoh utama. Data penelitian diperoleh melalui studi pustaka dan dokumentasi terhadap isi buku, kemudian dianalisis berdasarkan kategori psikologi komunikasi yang meliputi trauma psikologis, komunikasi intrapersonal, manipulasi emosional, relasi kuasa dalam hubungan romantis, pengaruh komunikasi keluarga, serta proses pemulihan dan pembentukan identitas diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trauma psikologis yang dialami tokoh utama membentuk komunikasi intrapersonal yang dipenuhi ketakutan, keraguan diri, dan rendahnya kepercayaan diri. Selain itu, ditemukan adanya praktik manipulasi emosional dan relasi kuasa dalam hubungan romantis yang direpresentasikan melalui berbagai bentuk komunikasi yang tampak positif namun mengandung unsur dominasi dan kontrol psikologis. Penelitian juga menemukan bahwa pola komunikasi keluarga yang berbasis ancaman dan ketakutan berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian tokoh. Pada bagian akhir cerita, proses pemulihan ditunjukkan melalui kesadaran diri, penerimaan terhadap pengalaman traumatis, serta keberanian membangun identitas baru yang lebih sehat. Penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi memiliki peran penting dalam membentuk kondisi psikologis individu dan dapat menjadi sarana pemulihan serta penguatan identitas diri.
Copyrights © 2026