Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Dalam Analisis Penyebab Kebocoran Tangki Gravity Sand Filter (GSF) Di Water Treatment Plant Pt Bintang Muda Jaya April Sihombing; Hendi Herlambang; Gusman Simon
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.9392

Abstract

Gravity Sand Filter (GSF) merupakan salah satu komponen utama pada sistem Water Treatment Plant (WTP) yang berfungsi menyaring air baku sebelum memasuki tahapan pengolahan berikutnya. Kebocoran pada tangki GSF dapat menurunkan efisiensi proses filtrasi, meningkatkan kehilangan air proses, serta memperbesar biaya pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi mode kegagalan, menentukan tingkat risiko, menganalisis akar penyebab kebocoran, serta memberikan usulan perbaikan untuk menurunkan risiko kegagalan tangki GSF di PT Bintang Muda Jaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Diagram Fishbone. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, serta dokumentasi pemeliharaan dan operasional. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tujuh mode kegagalan utama dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi yaitu korosi pada dinding tangki sebesar 315, diikuti tidak terdeteksinya degradasi material sebesar 280, dan pengelupasan lapisan pelindung sebesar 210. Hasil analisis Fishbone menunjukkan bahwa faktor material, metode, manusia, mesin, dan lingkungan menjadi penyebab utama kebocoran. Implementasi tindakan perbaikan berupa recoating epoxy, thickness measurement, preventive maintenance, welding repair, inspeksi Non-Destructive Testing (NDT), serta optimalisasi backwash mampu menurunkan nilai RPN menjadi 48–108 atau sebesar 50,00–66,67%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan pemeliharaan preventif yang terencana mampu meningkatkan keandalan tangki GSF serta mengurangi potensi kegagalan operasional.