Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Design and implementation of intelligent electronic component inspection based on PLC and vision system Zulfa Fitri Ikatrinasari; Hendi Herlambang; Kosasih Kosasih
Jurnal Sistem dan Manajemen Industri Vol. 7 No. 2 (2023): December
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jsmi.v7i2.6511

Abstract

Customer demands for product quality are increasingly complex, requiring better inspection accuracy. It is not enough if done manually because it requires high costs and varying operator accuracy. Automatic vision inspect­ion was developed to check the product quality of terminal-type electronic components To solve this problem. Design intelligent inspection uses a conveyor driven by a stepper motor, a photosensor to calculate product distance, guides position to direct the product, a vision camera to detect product quality, cylinder ejection for product selection, and PLC as a control system. The process of detecting normal and abnormal product quality is carried out using computer logic control, then separating the ab­normal product into the reject box through the ejection cylinder. The machine speed is 60 pieces/minute. The system evaluation results are carried out on three parts of the system: the success rate on the vision camera is 100%, automatic product sorting through the cylinder ejection rate success is 100%, and the success rate for product positioning is 97.5%. This research provides a useful reference for developing intelligent automatic inspection technology in electronic components.
Implementasi Metode Plan-Do-Check-Action (PDCA) Untuk Mengurangi Defect Tetesan Karat Dan Meningkatkan Efisiensi Electrodeposition Coating Di PT XYZ Annaas Nurhuda Asidiq; Hendi Herlambang; Ahmad Turmudi Zy
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9044

Abstract

Tekanan kompetitif pada sektor otomotif Indonesia menuntut peningkatan mutu produk yang dijalankan beriringan dengan efisiensi operasional. Data Key Performance Indicator (KPI) PT XYZ periode Januari–Maret 2025 memperlihatkan dua permasalahan dominan pada proses Electrodeposition (ED) Coating, yaitu defect tetesan karat dengan Defect Per Unit (DPU) 4,2 dan konsumsi air industri 324 m³/hari, yang berdampak langsung pada biaya operasional dan mutu produk akhir. Penelitian ini diarahkan untuk mengeliminasi defect tetesan karat sekaligus meningkatkan efisiensi proses melalui penerapan metode Plan-Do-Check-Action (PDCA) berbasis Quality Control Circle (QCC) yang didukung QC Seven Tools. Tahap Plan dipakai untuk pemetaan masalah dan analisis akar penyebab melalui diagram Fishbone serta metode 5W+1H. Tahap Do menerjemahkan rencana ke dalam lima paket perbaikan teknis, yaitu cleaning-coating-covering chamber, instalasi lampu dan panel kontrol spray otomatis, re-setting tekanan pompa, modifikasi nozzle area inner, serta penggantian air industri dengan air demineralisasi. Tahap Check mengukur stabilitas proses pasca-perbaikan menggunakan control chart, dan tahap Action menutup siklus melalui standardisasi prosedur. Data primer diperoleh dari observasi lini PTC-ED, wawancara terstruktur, dan pengukuran parameter proses, sedangkan data sekunder bersumber dari dokumen produksi internal. Hasil implementasi menunjukkan defect tetesan karat berhasil dieliminasi penuh dari 4,2 DPU menjadi 0 DPU, dan konsumsi air Final Rinse ED berkurang dari 324 menjadi 100 m³/hari (efisiensi 69,1%). Penghematan biaya tahunan tercatat Rp3,33 miliar dengan Return on Investment (ROI) 1.253,66% dan payback period 27 hari produksi. Temuan ini menunjukkan siklus PDCA efektif diterapkan pada proses ED Coating sekaligus mendukung continuous improvement dan eco-friendly manufacturing di industri otomotif.  
Penerapan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Dalam Analisis Penyebab Kebocoran Tangki Gravity Sand Filter (GSF) Di Water Treatment Plant Pt Bintang Muda Jaya April Sihombing; Hendi Herlambang; Gusman Simon
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.9392

Abstract

Gravity Sand Filter (GSF) merupakan salah satu komponen utama pada sistem Water Treatment Plant (WTP) yang berfungsi menyaring air baku sebelum memasuki tahapan pengolahan berikutnya. Kebocoran pada tangki GSF dapat menurunkan efisiensi proses filtrasi, meningkatkan kehilangan air proses, serta memperbesar biaya pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi mode kegagalan, menentukan tingkat risiko, menganalisis akar penyebab kebocoran, serta memberikan usulan perbaikan untuk menurunkan risiko kegagalan tangki GSF di PT Bintang Muda Jaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Diagram Fishbone. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, serta dokumentasi pemeliharaan dan operasional. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tujuh mode kegagalan utama dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi yaitu korosi pada dinding tangki sebesar 315, diikuti tidak terdeteksinya degradasi material sebesar 280, dan pengelupasan lapisan pelindung sebesar 210. Hasil analisis Fishbone menunjukkan bahwa faktor material, metode, manusia, mesin, dan lingkungan menjadi penyebab utama kebocoran. Implementasi tindakan perbaikan berupa recoating epoxy, thickness measurement, preventive maintenance, welding repair, inspeksi Non-Destructive Testing (NDT), serta optimalisasi backwash mampu menurunkan nilai RPN menjadi 48–108 atau sebesar 50,00–66,67%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan pemeliharaan preventif yang terencana mampu meningkatkan keandalan tangki GSF serta mengurangi potensi kegagalan operasional.
Pelatihan Pengelola Jurnal dan Pengkaji Naskah Karya Ilmiah Pada Jurnal Nasional Hibarkah Kurnia; Supardi Supardi; Arif Nuryono; Hendi Herlambang; Asep Arwan Sulaeman
Jurnal Pengabdian Pelitabangsa Vol. 6 No. 02 (2025): Jurnal Pengabdian Pelitabangsa - Oktober 2025
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jabmas.v6i02.6466

Abstract

Era globalisasi ini menuntut pihak kampus dan pihak swasta diberikan kemudahan dalam pembuatan dan pengelolaan jurnal nasional melalui peran sebagai wadah dalam publikasi karya ilmiah. Namun dalam perjalanannya terdapat masalah yang muncul pada pembuatan jurnal diantaranya pengelola dan pengkaji tidak konsisten dan jumlah karya tulis yang menurun. Pengelolaan dan pengkajian karya ilmiah terkadang terbengkalai dalaam pengurusannya, dengan alasan kesibukan dan tidak ada waktu dalam pengendalian jurnal. Sementara untuk jumlah ilmiah yang masuk ke jurnal nasional terkadang kurang, hal ini disebabkan kaerena kurangnya perhatian dari kampus untuk memberikan ruang dalam mensosisalisasikan pentingnya karya ilmiah dalam akreditasi kampus. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola dan pengkaji naskah dalam publikasi karya ilmiah, sehingga keberlanjutan program publikasi dapat diselesaikan dengan baik. Metode yang digunakan pada pengabdian ini berupa penyuluhan atau pendampingan pengelola dan pengkaji karya ilmiah pada jurnal Inspirasi Publisher untuk meningkatkan kualitas pelayanan jurnal. Pelatihan ini dilakukan secara pararel secara daring selama selama 2 bulan untuk sosialisasi dan pengenalan jurnal nasional. Pelatihan/workshop dilakukan secara daring dengan mengundang narasumber asosiasi dari mitra yayasan. Kelebihan pada pengabdian ini dihadiri oleh mitra yayasan dan berkolaborasi dengan dosen-dosen perwakilan dari Universitas di Bekasi. Kekurangan dari pengabdian ini terkendala waktu kesibukan para peserta yang notabene seorang dosen sehingga setiap pertemuan secara daring belum bisa kehadiran 100%. Kontribusi pengabdian ini diharapkan semua peserta sebagai Editor dan Reviewer dapat mengerti dalam pengelolaan jurnal yang baik sebagaimana tugas dan tanggung jawabnya.
Penerapan Metode Fmea dan PDCA untuk Mengurangi Tingkat Kegagalan Tool Broken Pada Proses Produksi Produk P4 di PT. XYZ Riski Wahyu Oktavia; Hendi Herlambang; Gusman Simon
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i7.7905

Abstract

Industri manufaktur dituntut untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi proses produksi guna menghadapi persaingan global yang semakin ketat. Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada proses machining berbasis CNC adalah kegagalan tool broken yang dapat menyebabkan peningkatan produk cacat, downtime mesin, serta biaya operasional. PT. XYZ sebagai perusahaan manufaktur komponen otomotif mengalami permasalahan dominan berupa tool broken pada proses produksi produk P4 selama periode Januari–April 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab utama kegagalan tool broken serta merancang tindakan perbaikan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan siklus Plan-Do-Check-Action (PDCA). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif analitis dengan kombinasi data kuantitatif dan kualitatif melalui observasi, wawancara, pengolahan data cacat, analisis risiko FMEA, serta implementasi perbaikan berbasis PDCA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tool broken merupakan jenis cacat tertinggi dengan jumlah 480 unit atau 31,05% dari total cacat produksi. Analisis FMEA menunjukkan bahwa penyebab utama kegagalan berasal dari sistem coolant yang tidak optimal dengan nilai RPN sebesar 336. Implementasi PDCA melalui pemasangan filter coolant 100 mesh, penerapan SOP pengecekan coolant, dan peningkatan pemeliharaan mampu menurunkan frekuensi penyumbatan coolant sebesar 76,6%, mengurangi tool broken sebesar 66,7%, serta menurunkan nilai RPN menjadi 32. Kesimpulannya, integrasi metode FMEA dan PDCA efektif dalam mengidentifikasi akar masalah dan meningkatkan keandalan proses machining pada produksi produk P4 di PT. XYZ.